Jumat, 11 Mei 2012

Sacria Fevo part 1







Pagi ini hawa haru biru muda hijau #?# mewarnai desa sumurber yang harus kehilangan kembang desanya . Isakan tak tertahankan emmbahana dimana mana .



“ sepia .. hati hati yo disana . awas orang kota iku sombong sombong . kamu jangan ikut kayak mereka yo “ujar shilla temen sebaya sivia didesanya yangs ama sama jadi kembang desa



“ iyo shil . tenang aja , aku gak bakalan kayak gitu .aku iki bakalan tetap jadi sivia yang kayak dulu . “sahut sivia dengan gaya medoknya .



“ sivia ayoo berangkat sayang “ajak tante uci



“ ABah ,, umi .. sivia berangkat dulu ya . doain sivia disana “pamit sivia .menyalami tangan abah dan uminya . sivia dan tante uci pun masuk ke mobil



“ sampai jumpa semua “teriak sivia



“ sipiiaa… tungguin Bang DAUD , sipiiaa…. bang dAud ikoottt …”teriak seorang cowok berkulit hitam dengan memamerkan gigi putihnya #silau mament#



“ ihhss”gidik sivia ngeri lantas menutup kaca jendela mobilnya .



“ Ehh daut kamu tuh ngaca titk Po.o . Orah pantas kamu buat sepia . uhhhh “jutek shilla ke daud



“ yaudah ama neng shilla gimana “



“ iihh ORA SUDI Aku “acuh shilla dan beranjak pergi meninggalkan daud yang melongo melihat shilla mengibaskan rambut panjangnya



*******************************))*************************************************

BEL SMA FERAVOS pun berdenging mengelegar disetiap penjuru sekolah . Murid murid pun berhamburan keluar,



“ Woooyyyy mament . . sayur sop makan sayur Lodeh .. Prikitiiww Gue ganteng dueh “teriak Rio membahana di kantin saat menghampiri cakka dan Alvin



“ uhhuuukk ..uhuukkk “cakka dan Alvin langsung kesedak



“ Buju bus anak gayus hilang lari kesini ternyata . Bisa gag sih loe sehari gak geje “sunggut Alvin kesal . ia menyeruput minumanya .



“ OH TIDAK BISA “teriak Rio yang nyelonong mengambil bakso cakka .



“ yahh ..yahh .. Yo bakso gue tuh ..yahhh .”ujar cakka yang pasrha baksonya di makan Rio



“ Gue bantu loe deket sama agni “ujar Rio cepat dan menghabiskan lagi bakso rampasanya .



“ Sumpah yo ?? sumpah loe .. TERIMAH KASIH YO .. TERIMAH KASIH :” ujar cakka kesenengan sampai sampai emnepuk nepuk Pungung Rio yang duduk disebelahnya dengan kencang



“ Uhhuuuukk ..uhuukkkk “



“ huakakakakakakakakakakakak”tawa Alvin langsung menggelegar melihat ekspresi tersedak Rio . wajahnya memerah menahan bakso yang tertelan dilehernya .



SYYRRUUUPPPPP



“ yahhhhh minuman gue ..”ujar Alvin lebih pasrha lagi . Rio mengambil paksa minumannya .



“ Gila loe cakk .. loe mau buat gue mati tersedak . sarap loe “omel Rio



“ hehehehe . gak tau yo .. soory ..sory habisnya gue kesenengan “cengir cakka .



“ Yawdahlah gak apa-apa . gue maafin asal loe beliin gue bakso lagi “suruh Rio santai



“ BAKSO BAPAK LOE .. Rakus amat sih loe . GAG MODAL “sunggut cakka kesal



“ HEMAT “sahut rio santai kayak iklan @axix@



“ HEMAT BAPAK LOE SOAK “serempak cakka dan Alvin yang langsung meninggalkan Rio yang mengasikkan diri memainkan BBnya



Keadaan berubah menjadi hawa hawa bunga berwarna warni . Tapi bagi Rio ini adalah hawa hawa kebusukan ke syetanan yang akan menghampirinya



“ Noh pangeran loe “ujar Agni ke ify yang ada disebelahnya saat mereka berdua memasuki kantin. Ify menoleh kea rah yang ditunjukan agni



“ PACEM GUE … HUAAAAAAA.. PANGERAN CAEM . WAITING ME ..HUAAAAA”teriak Ify histeris gak karuan. Ia berlari kearah Rio . sedangkan Rio mencengkram erat BB.nya menelan ludah sedalam dalamnya melihat cewek yang menurut dia “agak gak waras” berlari kearahnya



“ MAmpus gue “batin Rio



“ Ya ampun sayang . kamu tambah cakep deh . Aduuh aku makin cinta sama kamu . haduuh pangeran caem I love you deh “cerocos Ify ekmana mana . ia duduk disamping Rio dan emmbelai belai wajah Rio dnegan tissue .



“ KABUURRRR “teriak Rio dan segera berlari sejauh mungkin dari Ify



“ RIOOO .. jangan pergii .. haduuhhh Rio kok Gitu sih “ujar Ify kecewa



“ Paling dia Cuma malu ketemu sama loe . loe tambah cantik paling “ujar agni yang tiap hari selalu iseng ngerjain Riod an Ify



“ hah beneran loe ag ?? Ya ampun mask sih gue tambah cantik ?? Oh yaiya donk jelas donk . Angelina sondak aja kalah sama gue . haduuhhh Rio .. KUTETAP MENANTI deh “teriak teriak Ify geje sambil memebenahi rambutnya dan pakaianya



“ udah yuk puaskan ketemu “PACEM” loe .. sekarang kita balik ok “ajak agni



“ OK “sahut Ify .mereka pun memepersiapkan diri mereka



“ COOL,BEAUTIFULY,SWEETY.”ujar agni dan ify bersamaan lalu melenggang lenggongkan berjalanya bak artis korea terjun ke Indonesia . Mereka bergaya layaknya Princess 3031 #?# keluar dari kantin . banyak sekali cowok bahkan cewek pun terpanah melihat keanggunan mereka berdua .



*******************))**********************************************8



“ Ya tuhan ya tuhan dosa apa gue selalu dihantui Setan kayak itu . Itu bukan setan lagi tuhyan KUntilanak . ya tuhan ya tuhan “komat kamit Rio tak jelas ditempat duduknya di kelas.



“ kenapa loe yo ??”tanya Alvin yang duduk sebangku dengan Rio



“ biasa vin . Si PRINCEESS tralala triiliilii nya si Rio “jawab cakka



“ betul betul . si kuntilanak sesat itu “sahut Rio yang masih mengatur nafsnya



“hahahahhaha . . sabar sabar . orang sabar hidungnya lebar “ujar Alvin santai kemudian menyibukkan dirinya dengan membaca majalah BASKET yang baru ia beli . sedangkan Rio langsung memegang hidungnya



“ Cakk ..cakkk hidung gue masih normal kan gak nambah volumenya “tanya Rio geje



“ masih masih .. tenang saja yo masih cakep kok . tapi masih banyak gue gitu aja “jawab cakka santai



“yeeeeee… enak ajee loe kalau ngomong “toyor Rio . Alvin hanya cekikikan melihat kedua tingkah temannya ini.



TEEEEEEEEEEEEEEEETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT



“ Pak duta datang “teriak ketua kelas . mereka semua pun diam dan berkutat dengan buku masing masing . tak berani dengan dunuh KILLEr satu ini . Dan proses pelajaran pun dlalui dengan lancer dan sangat menengangkan bagi murid kelas XI-IPA 1.



********************************))**************************************************



Berbeda sekali dengan keadaan di kelas X-1 yang seperti pasar diaduk karena tak ada gurunya .Kebohan yang terus membahana adalah keributan Agni dan Ify dikelas



“ Ify please deh . kembaliin eyeshidow gue . Kembaliin bedak gue . Gimana gue mau tampil perfect kalau semua alat kosmetik gue loe ambil “sewot agni



“ hallow agni sayang . sehari loe bisa gg sih gak usah mikirin tuh penampilan wajah . You are so beautiful now . Understand ..”bantah Ify



“ aduuh fy , loe sama bikin gue sakau . Gue sehari gak pegang bedak rsanya seperti gue kehilangan Uang bermiliyar miliyaran dolar . ayoo donk fy kembaliin “pinta agni memelas



“ LEBAY LOE “ujar ify dan main melempar bedak agni



“ IFy bedak gueee “teriak agni dan untuk bisa menangkap bedaknya tepat ditanganya



“ haahhahaha. .Kok gak jatuh sih .. padahal gue maunya remuk tuh bedak “ujar Ify santai dan duduk di tempat duduknya



“ Sialan loe kunyuk . Gag gue kasih informasi tentang Rio lagi mampus loe “ancam agni



“ yahh jangan ag .. Iya deh ampun ampun , Ampun yahh ..”pinta Ify melas



“ Oke . sekarang loe diem . gak usah ganggu gue “ujar agni datar dan berkonsen pada bedaknya



“ sabar sabar gue punya sahabat kayak loe “sunggut Ify dan memilih tidur dikelas.



***********************))********************************************



“ huaaaa tante .. besar banget rumahnya “girang sivia saat memasuki rumah tante uci



“ sayang sini deh duduk dulu “ajak tante uci . sivia pun duduk disamping tante uci



“ skearang via manggilnya gak usah tante . tapi mama”suruh tante uci



“oh .. iya tante . sivia ngerti ,ngerti saiki . mama”ujar sivia yang medok khas bahsanya kentara banget



“hehe iyas ayang “



“ terus om eh kecoplosan aku ,maksudnya papa dimana ma ??”tanya sivia .pandanganya masih ia edarkan ke seluruh penjuru ruangan yang seperti istana ini



“ Pa.. pa…. “



“ loe tante eh keliru maneh haduuhh .. mama kok nangis ??”tranya sivia yang melihat tante uci meneteskan air mata



“ papa udah gak ada sayang . ia meninggal 3 minggu yang lalu karena kecelakaan pesawat . maka dari itu mama kesepian dan mengajak kamu tinggal disini”jelas mama uci



“ oh iya ma . sivia mengerti . sivia akan selalu nemenin mama . sivia janji ma . makasih ya ma buat semuanya “ujar sivia tulus dan memeluk mama uci .



“ sama sama sayang “balas mama uci dan membalas pelukan sivia.



“ Oh ya besok kamu sudah mulai sekolah “ujar mama uci . ia mengambil kantong plastic besar yang ada slogan “ SMA FERAVOS” .didalamnya terdapat semua seragam sivia yang sudah jadi



“ besok sivia sudah boleh sekolah ma ??”tanya sivia girang



“ iya sayang . disana nanti kamu akan bertemu teman teman baru “ujar mama uci



“ ta..tapi sivia malu ma . kalau nanti sivia diejek gimana “lirih sivia lemah



“ siapa yang akan berani menghina keluarga “FEROS “ gak ada sayang . tenang saja sekolah itu milik kamu . tak ada yang boleh melawan kamu siapa pun termasuk guru gurunya disana pun harus tunduk sama kamu “jelas mama uci



“ HAH?? SEKOLAH ITU MILIK MAMA “kaget sivia .



“ Iya sayang . Itu adalah milik kelaurga kita “FEROS “ yang berkerja sama dengan keluarga “ VOSA” .jadi kamu punya hak besar disana .”



“ waduuhh sivia tambah binggung ma ,nanti disana harus ngapain .. aduuhh jadi canggung sendiri sivia “ujar sivia .



“ sayang semuanya ini udah milik kamu . Rumah , pokonya semuanya deh “ujar mama uci



“ Iya ma .terimah kasih buat semuanya “ujar sivia senang dan memeluk mama uci lagi .



“ ayoo kita kekamarmu sekarang “ajak mama uci



PLOOKK PLOOOOKK



“ huaaaa kereenn “teriak sivia kagum . berbagai pelayan langsung datang begitu maa uci menepukkan tanganya 2x



“ bawa semua barang barang sivia . dia disini adalah tuan putrid .layanin dengan sebaiknya . mengerti “ujar mama uci



“ Mengerti nyonya “serempak semuanya . sivia hanya tersenyum melihat pelayang yang berpakaian seragam membungkukan badanya saat dia dan mama uci melewati mereka . sivia sudah layaknya PUTRI RAJA .



@ Kamar Sivia’s



“ MAMA BENERAN INI KAMAR SIVIA ??”kaget sivia melihat kamarnya yang didesaiin natural . tembok yang axotic dan berwarna warni sangat indah dilihatnya .



“ iyas ayang . kamu suka “tanya mama uci .



“ bukan suka lagi ma . TApi AMAZING “teriak sivia sambil berlari kekamarnya yang sangat luas



“: Ini bukan kamar ma . Ini sama saja dengan ukuran Rumahnya “Si daud “ noh orang tergila dikampung via “cerita sivia . mama uci hanya cekikan melihat anak angkatnya ini



“ dan ini kejutan buat kamu agi …”ujar mama uci dan membuka almari deret yang ada diujung kamar . Almari yang sangat besar dan saat pintu almari digeserkan ,….



“ i…itu .. bu..at ..si… via ma??”tanya sivai bengong . dia tak bsia berkata apa apa lagi. RAk pertama berisis bermacam macam NoteBook dan laptop yang berwarna warni, Rak kedua berisi HAndphone Yang sangat Bermerek dan berwarna warni, RAk ketiga berisi Jam tangan dan juga KAca mata yang bagus bangus dan bermereka, dan rak keempat berisi Axesoris .



“ Iya sayang . mama ingin banget unya anak .mangkanya sudah menyiapkan semua ini “ujar mama uci . .



“ mama sivia bingung . sivia gag bisa bilang apa-apa . udah cukup ma kejutanya “ujar sivia geleng geleng



“: masih ada lagi loh sayang “ujar mama uci



“ ha??? Ada lagi ma?? Apa??”tanya sivia . mama uci mendekati sebua pintu yang terletak di pinggir almari . ia langsung membukanya



“ BUSYEETTTT ITU MAU BUKA DISTRO APA BUKA MALL ma??”teriak sivia kenceng



“ hahah . ini semua baju kamu sayang “ujar mama uci . Ia memperlihatkan berangkaian baju, sepatu ,sandal, tas dan lainnya di kamar yang emmang khusus dibuat baju baju dan peralatan lain sivia .



“ Mama sudah ma , ini lebih dari cukup “ujar sivia senang .



“ Apa yang ingin kamu dapatkan . kamu pasti bsia sayang . kamu bilang saja ke mama “ujar mama uci lembut dan memeluk sivia



“ iya ma . makasih banget .”balas sivia senang



“ serang kamu istirahat dulu ya “suruh mama uci



“ iya ma “sahut sivia dan melepaskan pelukanya



“ BI INA,IJA,IMA .. kesini “teriak mama uci . ketiga pelayan tersebut pu langsung menghampiri mama uci



“ sivia ini adalah pelayan kamu . yang akan melakukan apa sayang yang bakalan kamu suruh . mama gak mau kamu sungkan sungkan disini “ujar mama uci



“ i..ya. ma “jawab sivia gugup



“ kalian bertiga layani sivia dengan baik . dia adalah putrid disini . jangans ampai buat sivia kesal “anam mama uci



“ Iya nyona “ serempak pelayan . mama uci pun mencium kening sivia dan beranjak dari sana .



“ LAh kalian kok masih disini “tanya sivia binggung



“ MAaf putrid bukanya kami lancang . tapi kami takut kalau kami melakukan kesalahan . jadi kami selalu diperintah dulu baru akan melakukanya “jelas Bi Ina



“ Oh gitu . yawdah sekarang siviva mau istirahat . Bibi bibi keluar dlu ya . nanti kalau sivia butuh pasti sivia panggil “ujar sivia lembut



“ Iya PUTri makasih “serempak ketiga pelayang tersebut dan pergi dri kamar sivia .



“ YA ampun tuhan mimpi apa sivia semalam . sampai bsia jadiseperti ini “Girang sivia. Ia pun loncat loncat dikasurnya yang sangat empuk dan terbentang luas .



****************************))******************************************888



Pagi yang cerah mengawali semuanya . PAgi ini diawali dengan kegembiraan , kebinggungan dan semuanya meributkan diri sendiri



“ Kalian yang bener donk . cepat siapin semua “emosi mama uci .yang melihat para pelayan bolak balik benerin sepatui sivia dan mempersiapkan tas sivia . Mama uci dan sivia sekarang berada diruang makan .



“ bagaimana tidurnyas ayang ??”tanya mama uci . ia mencomot ayam yang ia makan



“ nyaman ma . enak kok “jawab sivia yang masih sibuk makan roti



“Kamu harus belajar naik mobil . biar bisa gunain mobil sendiri “ujar mam uci



“Uhuukk .Uuhuukkk “



“kenapa sayang ?? Rotinya gak enak ya ?? Rotinya kasar ?? apa gimana . Minum dulu sayang . minum “panic mama uci . sivia pun emminum susu coklatnya



“ SEMUANYA KUMPUL .. “teriak mama uci . dan para pelayan pun segera berkumpul



“ kalian bagaimana sih ?? makanan saja sampai gak diperiksa . Lihat Putri jadi kesedak seperti itu .ain kali perhatikan . mengerti “emosi mama uci memarahi semua pelayanya



“ Iya noyo . MAaf Putri “serempak semuanya



“ Haduuh ma . ini bukans alah mereka kok . salah sivia yang gak hati hati “ujar sivia .



“Kalian semua boleh kembali deh “suruh sivia yang sudah mulai memberanikan dirinya untuk bersosialisasi dirumah ini . semua pelayan pun kemabli ketugas masing masing



“ Gitu donk sayang .kamu udah gak canggung lagi kan disini “tanya mama uci



“mm iya ma . udah gak kok “jawab sivia senang



“ YAwdah sekarang kita berangkat yuk “ajak mama uci .



“ mama ikut juga ??”tanya sivia



“ Iya donk sayang . sekalian mama ada rapat dengan para guru disana membicarakan kamu “ujar mama uci . sivai yang tak mengerti hanya manggut manggut saja .mereka pun keluar beranjak ke luar Rumah.



“ Mobilnya mana sih ma??”tanya sivia heran .Mama uci tersenyum sekilas



“ KAmu lihat garasi mobil yang ada disana “tunju mama uci . sivia pun meperhatikan lekat lekat garaasi besar yang berderet panjang itu . Seketika garasi itu terbuka dan AMAZING . sivia sampai tak bsia berkedip dengan apa yang dilihat didepannya ini



“ I..tu .. mo.. bil .. siapa ma ?banyak ba..nget “kaget sivia .ia menghitungi banyaknya mobil yang betrada disana .



“ Ada 12 mobil ??”kaget sivia lagi



“ ahahahahaa . Itu milik kamu sayang . kan mama sudah bilang semuanya sekarang adalah milik kamu “ujar mama uci



“: Milik si..via ??”



“ iya . udah gak suah difikirin . kita berangkat yuuk “ajak mama uci . siva dan mama uci pun memasuki mobil yang sudah berhenti didepan mereka dengan supir yang siap sedia disana



“ berangkat pak “suruh mama uci . Mobil pun menjauhi Rumah megah ini .



***********************))***************************************



Heboh ,, Sibuk ,panih dan binggung sendiri itulah yang dirasakan GURU SMA FERAVOS . Murid murid sampai kebinggungan sendiri kenapa sang guru guru mereka bersiap siap didepan gerbang . bahkan dngen pakaian yang sangat rapih ,para murid hanya diperbolehkan melihat kejadian itu dari dalam kelas dari arah jendela .



“ Kejadian seperti ini biasanya hanya terjadi ketika sang pemilih “FERAVOS” datang .”ujar cakka yang dipanggil untuk kearah gerbang sekolah



“ Papa loe kesini Vin ??”tanya Rio .iya pun mengikuti Alvin dan cakka . Mereka bertiga memang diperbolehkan untuk keluar dan ikut menyambut kedatangan TAmu special ini



“ hah?? Kagak tuh . Bokap gue masih nyangkut di Eropa “jelas Alvin



“ terus yang datang ini siapa ??”tanya Rio heran



“ Mrs. Uci wardani Feros .”serempak cakka dan Alvin .mereka telah sampai disamping gerbang dimana para guru telah berdiri tegak disana .



“ Ini ada apa sih ??? tumben sekali tante uci kesini ??”tanya Alvin .



“ Iya . Beliau mengantarkan anaknya yang dipindahkan sekolah disini “jelas kepala sekolah dngan sopan



“ Busyeettt . .anaknya ??? siapa namanya ?? cewek apa cowok ??”tanya Alvin bertubi tubi



“ sebelumnya maaf saya lancang yang menjawabnya . NAmanya Sivia Azizah , cewek dia akan berada dikelas x-1 .”jelas bu winda dengan sopan



“ Oh .. terimah kasih “ujar alvin santai dan kembali berdiri tegak seperti para guru lainnya .



Tak butuh waktu lama 5 menit kemudian . Mobil apartdz hitam memasuki dengan gagah pintu gerbang sekolah ini . semuanya menyambut dnegan senyuman . Mobil itu pun berhenti . sang pemilih pun turun dari mobil tersebut



“ selamat pagi te “sahut Alvin cengengesan . Semuanya sudah tak heran dengan kelakuan bingas Alvin yang seenaknya.Guru guru hanya menggeleng geleng.



“ Alvin .. Yang sopan “bentak mama uci yang turun duluan karena sivia belum mau turun



“ hehe . apa kabarnya noh FEROS ?? Kabar VOSA baik te “ujar Alvin masih dnegan santainyas ambil menyalami mama uci .



“ hmmm . . Kamu itu yah sudah dibilangin yang sopan . mau tante aduhin sama papa dan mama kamu “ujar mama uci gemes .



“ Iya te ammpun ammpun .. gak ngulangin lagi . sumpah janji . janji “ringis Alvin yang dijewer sama mama uci .



“ Pagi te “



“ pagi te “sapa Rio dan cakka .



“ Pagi sayang . Giamna masih berprestasikan disini “tanya mama uci yang mencium pipikana dan kiri cakka , Rio bergantian



“ masih donk “serempak Rio dan cakka bangga .



“ te Alvin kok gak “ujar Alvin yang gak dicipika cipiki sama mama uci



TEETT .. TEETTTT



“ aduuhhhh “teriak mam uci menutup kupingnya . suara klakson mobil begitu nyaring berbunyi . mama uci pun mendekati mobilnya . ingin sekali ia memarahi supirnya



“ mama . sivia takut .s ivia yang mencet klaksonya tadi “ujar sivia



“ sayang . ya ampun iya gakl apa-apa . lain kali panggil mama aja . sekarang kamu turun ya “suruh mama uci .mengajak sivia . semuanya sudah penasaran dnegan murid baru yang dibawah MRs. Uci



“ takut ma..”gidik via



“ ayoo “ajak mama uci . sivia pun memeberanikan turun dari mobil . dan melangkah berjalan bersama mama uci ditengah tengan barisan yang berderet menyambut mereka



“ BEAUTIFUL “ serempak cakka dan Rio . Mereka terpanah melihat sivia yang berpenampilan seadanya tapi terlihat anggun dengan rambut yang snegaja ia geraikan .alvin hanya garuk garuk gag jelas melihat sivia



“ biasa aja “gumamanya . cakka dan Rio langsung melotot ke Alvin



“ RABUN LOE “serempak mereka



“ sialan . emang apa sih spesialnya tuh cewek sampai dibilang cantik “gumam Alvin heran .



“ Perkenalkan Ini adalah Putri Feros ?? Namanya Sivia Azizah . semoga kalian bisa menerima dia dengan baik , segala apa tentang dia tolong kalian bisa melayani dengan baik “ujar mama uci dnegan tegasnya . semua guru mengangguk patuh .



“ Te izin masuk kelas “pamit alin seenaknya .



“ ALVIINNN “teriak mama uci gemes



“ I LOVE YOU TE “teriak Alvin dan langsung ngebirit pergi



“Ada lagi keturunan “VOSA” sepeti itu “ujar mama uci geleng geleng



“ OH ya isi semua struktur sekolah dnegan pembaruang keturuna FEROS .. disamping keturunan VOSA”ujar mama uci



“ Te . kami mau masuk dulu “pamit cakak dan Rio dnegan sopan



“ iyas ayang “sahut mama uci . cakka dan Rio pun beranjak dari sana menyusul Alvin



“ Sekarang bagi Inti sekolah kita rapat hari ini juga . Yang lainnya mengajar seperti biasa . Wali jelas X-1 tanggung jawab kamu menjaga anak saya “ujar mama uci



“ hati hati ya sayang . kamu yang pintar “bisk mama uci kepada sivia .ia mencium kening sivia dan meninggalkan sivia dari sana .



“ Mari putri“ujar bu winda wali kelas X-1 . sivia pun mengangguk dan mengikuti Bu winda .



*******************))******************************************************



Semua murid pun tenang dikelas masing masing . Terkadang mereka masih meributkan kedatangan murid baru ini.



“ selamat pagi anak anak “sapa bu winda yang disampingnya sudah ada sivia



“ Perkenalkan ini murid baru kita . dia adalah keturunan Feros pemilik sekolah ini “ujar bu winda to the point



“ WAHh dahsyatt mamentt “teriak Ify yang paling kenceng .



“ Biasa wooyy biasaaa”sahut agni yang ikut ikutan gak nyantai



“ Agni Ify stoooppp”bentak bu winda . agni dan ify pun diam .



“ Sivia perkenalkan nama kamu “suruh bu winda



“ bikanya ibu sudah menyebutkan siapa nama saya “ujar sivia dengan polosnya



“ huakakakakakkakaka”tawa ify dan agni membahana dikelas



“ IFY AGNI DIAM”bentak bu winda lagi



“ maksud saya perkenalkan sebagai murid baru “ujar bu winda sabar



“ Ohh . “sivia hanya mengangguk angguk



“ hallow semua . perkenalkan nama saya Sivia Azizah .”ujar sivia singkat padat dan jeals . smeua hanya cengo melihat sivia



“ SUMPEH LOE BENERAN INI KETURUNAN FEROS KAYAK GINI ,. OMG “batin agni dan ify saling berpandangan dan geleng geleng sendiri



“ yasudah lah . sivia kamu duduk sama Agni , dan kamu ify pindah ke belakang agni “suruh bu winda



“ yahh bu . masak saya dipisahkans ama agni “kecewa ify



“ Udah sono pindah “usir agni . ify pun pindah kebelakang yang duduk sendirian



“ sivia silahkan “suruh bu winda.



“ hari ini pelajaran dimulai . Kalian keluarkan buku masing masing “suruh bu winda



“wwoooaaaaaa ALVIN MEMANG TOOPP deh …”teriak semua anak anak seklah yang berhamburan keluar kelas



“ Bu istirahat .. Istiirahat “teriak seseorang anak yang melewati kelas X – 1



“ yeeee . istirahat istiirahatt “teriak teriak anak anak .



“ Oke . kalian boleh istirahat “ujar bu winda yang sudah terbiasa dengan keadaan ini,ia pun beranjak keluar kelas



“ Loh kok udah istirahat ?? ini masih jam 8 loh “ujar sivia dengan gaya medoknya



“ gag usah heran . Noh si Rajanya lagi males pelajaran paling mangkaya diistirahatkan :”ujar agnis antai sambil mengeluarkan bedaknya



“ maskdunya ??”tanya sivia tak mengerti



“ jelasin fy “suruh agni . Ify pun menidahkan tempat duduknya disamping sivia .



“ ALVIN ADALAH KETURUNAN VOSA . dia memliki hak atas sekolah ini . kalau pun dia mau sekolah ini diliburkan satu bulan terserah dia . hak hak dia .Jadi yang mengistirahatkan kita semua tadi adalah Alvin . “jelas ify



“ Ihh kok seenaknya gitu “gidik sivia



“ emang .. kenalin dulu gue agni “ujar agni memperkenalkan dirinya



“ sivia “balas sivia

“ gue ify “



“ sivia “sivia hanya tersenyum dengan melihat kedua teman barunya ini yang menurut dia “ AUTIS GAK YA “



“Asal loe tau . Gue paling muak tuh yang namanya ALVIN . dia itu sesukanya .. Jangan semenah menah nie sekolah punya Bokapnya dia bisa seperti itu . apaan coba sok berkuasa .”



“ Iya . tapi dia baik kok . dia selalu menolong temannya yang kesusahan walau pun gaya Amburadulnya itu loh yang buat kita heran . Tapi dia termasuk anak yang jenius “jalas Ify lagi



“ Ih sivia mau buat perubahan disekolah ini “ujar sivia yang sangat ngeri melihat Alvin yang seperti itu



“ berani banget loe??? SIAPA LOE “teriak ify dan agni bersamaan . sedetik kemudia agni dan ify saling berpandangan



“ LOE KETURUNAN FEROS KAN ??”teriak ify dan agni .s ivia hanya bisa menutup kupingnya yang sudang benggeng



“ aduuh agni ify . pelan pelan donk “ujar sivia .



“ Oke . Vi .. gue gag peduli deh .. disini gue gak mau memanfaatkan loe . mentang mentang loe juga notabandnya “ PEMILIK SEKOLAH INI “ . tapi gue mohon BAntai tuh si Alvin “ujar agni berbondong bonding



“ Stujuu “sahut ify



“ gimana caranya??”tanya sivia .



“ gampang .. semua yang ia suruh . seperti Jam pelajaran dipercepat . apalah . pokonya kembalikan sekolah ini seperti sekolah biasanya . Gue Cuma ingin melihat ekspresi Alvin seperti apa “ujar agni



“ tapi loe hati hati sama si Alvin “ DIA PLAYBOY CAP KANCING TUA “ hati hati kena rayuan maut tuh orang “tambah Ify



“ gue kasih tau smeua tentang Alvin yah h “ujar agni . ia mengambil Ipad nya dan membuka File didalamnya



“ Ini semua daftar mantan Alvin .”ujar agni menujukan berderetan nama disana



“ 178 ??GILAAAA”teriak sivia kaget /.



“ hahaha . loe gak usah heran itu masih diliuar sana . kalau yang didalam sekolah ini HAMPIR SEMUA CEWEK CANTIK DIA PACARIn TERKECUALI Gue “ ujar agni



“ dan gue . karena cinta gue hanya milih mARIO . RIO seorang . Oh y aloe gag boleh sukas ama Rio “ancam Ify



“ ihh sivia disini mau belajar . bukan mau pacaran “ujar sivia



“ Pinterr pinteerr .. sekarang ke kantin yuk .“ajak agni.Sivia merooh tasnya



“ loh aku lupa gak bawa dompet “ujar sivia



“ aduuhh sivia . ini sekolah milikk loe . gag usah repot . tinggal bilang yang lo ucap sekejab pasti terkabulkan “jelas ify



“ Og gtu ya “cengir sivia . mereka bertiga pun pergi ke kantin



“ Kita buat sensai ukk disana “ajak agni



“s ensasi apaan ??tanyas ivia gak ngerti



“ Kerjain Noh si Alvin “ujar agni



“ Oke sivia setuju . dia juga gak sopan tadi sama sivia “ujar sivia yang ikutan kesal



******************))*************************************



“ Vin bakalan ada saingan loe nih “ujar cakka



“ tau ah ..pusing gue .. semoga saja dia gak cewek yang sok pinter “ujar Alvin berharap



“ Dia manis cantik . loe gag tertarik vin sama tuh anak ??”tanya Rio



“ kagak .. Ogah gue .. apaan?? Mana ada spesialnya juga tuh anak”gidik Alvin



“ Oh yaa??”pincing cakka



“ Iyaaa”sahut Alvin .



Keadaan menjadi slow motion , seperti kejatuhan bidadari dan langsung ada tiga berdiri didepan kantin .



“ SEMUANYA MASUK KEKELAS SEKARANG “teriak sivia . semuanya sangat kagt mendengarnya dan buru buru masuk kekelas masing masing terkecuali Alvin , cakka dan Rio yang masih benggong disana



“ Apa-apaan nih “bentak Alvin tak terima .



“apaa-apaan ?? kamu itu yang apa-apaan ?? ini jam sekolah kenapa diistirahatkan .kamu mau buat penerus bangsa kita suram “ceramah sivia



“ Dahsyaatt mament nih cewek . berani amat sama Alvin “gidk cakka .



“ Ya ampuun Rios ayang .. Ih tambah cakep deh “ify malah berganjen Ria menggoda Rio



“ Jangan mentang mentang kamu keturunan Feros kamu bsia seenaknya yahh ..”bentak Alvin



“ kamu seenaknya boleh . kenapa aku tidak “tantang sivia



“ Gila y aloe “ujar Alvin dan beranjak daris na meninggalkan sivia dnegan penuh kebencian .



“hahahaha . . MAmpus tuh anak “tawa agni . sivia hanya tersenyum kemenangan



“ agni Bye bye “ujar akka melambai lambaikan tangan ke agni



“ hueeekk”sahut agni . cakka pun hanya membalas dnegan senyuman dan beranjak mengejar Alvin



“ fy gue mau kekekelas . udah ya . Bye Bye “gidik Rio dan berlari menyusul cakka dan Alvin



“ hahahahahha. Hebat loe vi “ujar ify dan agni



“ biar kapok si Alvin . seenaknya saja “ujar sivia denganlagak medoknya



“ masuk kekelas yuk “ajak agni. Sivia dan ify mengangguk setuju dan beranjak dari kantin



***********************))***************************************



BRAAAAKKKK



“ EMUANYA KELUAAR “emosi Alvin dikelasnya . semua murid kelas XI-1 pun berhamburan keluar kelas . Rio dan cakka pun lantas menutup pintu kelas



“ sabar brooww ..sabarr “ujar cakka menengkan Alvin yang sudah emosi



“ Gila ya Tuh cewek .”kesal Alvin



“ haha . . menurut gue dia cewek ter hebat yang bisa mengalahkan loe .hahah . “ ujar Rio



“ Gue bakalan buat tuh cewek yang keluar sendiri dari sekolah ini “ujar Alvin penuh amarah



“ Ettss padahal baru saja gue punya tantangan buat loe vin “ujar cakka dan diangguki Rio



“ apaan ??”tanya Alvin yang emosinya mulai meradah



“ loe kan PLAYBOY cap GADUNGAN tuh …”



“ sialan loe cakk”sunggut Alvin



“ Bisa menaklukan jenis cewek kan “tambah Rio



“ KAtanya ihh gItuu “sindir cakka



“ Bisa buat semua cewek klepek klepek kan ?”lanjut Rio



“ katanya sih Gituu “sindir cakka lagi



“ Diem gak loe cakk”kesal Alvin .



“hahaha iya iya “cengir cakka



“ Gue tantang loe buat Bisa JAdian sama “ SIVIA “ kalau loe bisa melakukanya dalam waktu 1 bulan . posisi kapten basket jadi milik loe “ujar Rio gak main main membuat cakka dan Alvin melotot



“ beneran loe yo ?? waahh gila loe “ujar cakka



“ Oke gue setuju . Gag usah posisi itu . Gue gak Butuh . Gue Cuma pingin macarin IFy boleh gak ??”goda Alvin



“ hah?? . mm .. yaudah paarin sono . te..rserah loe “ujar Rio gugup . tak tau kenapa terbesit rasa panas



“ masak??? Oke deal ya “ujar Alvin



“ beneran loe mau pacarin Ify ??”tanya Rio sekali lagi



“ Lihat nanti . hahhaa”cengir Alvin



“ terserah loe deh /. Buktiin dulu kalau loe bisa . Kalau loe gagal . LOE HARUS NGECHEERS ditengan lapangan “tantang Rio



“HAH?? OGAH GUE “tolak Alvin



“ yaahh pengecuutt “ujar cakka



“ Huft .Oke oke . . Gue akan buktiin bisa dapetin Tuh cewek NOrak “ujar Alvin penuh arti



Bersambung , . . .

Kamis, 10 Mei 2012

Bidadari Terakhir (Agnes Davonar)



” Karena sekeras apapun aku berpikir tentangmu-hanya ada satu hal yang bisa kupahami bahwa kaulah hal terindah yang pernah kumiliki dalam hidup ini” agnesdavonar
diangkat dari sebuah kisah nyata cinta seorang pria dengan PSK
(info : penulis diminta sendiri loh sama narasumber, jadi kalau di kaskus ada yang sama kisahnya ya karena sumbernya sama :) tapi untuk kepentingan naskah agar mudah dicerna penulis mengubah sedikit saja , selama membaca…)
Malam itu, seharusnya bukan jadi malam milik gua. Malam yang sesungguhnya bukanlah yang gua harapkan. Adit, temen kecil gua. Entah harus bagaimana gua mengatakan? Tiba-tiba ketika habis pulang dari hang out di kafe, mengarahkan motornya ke sebuah tempat yang mungkin baru dalam hidup gua. Tempat pelacuran, ya.. semua juga tau kalau daerah yang sedang gua injakkan kaki ini adalah daerah protistusi. Gua sempat protes sama Adit, kenapa tiba-tiba ngajak gua ke tempat kayak ginian. Umur gua kan masih 17 tahun dan baru aja dapat ktp resmi seumur-umur hidup gua.
Gua gak bisa ngelarang teman gua untuk menyalurkan apa yang dia inginkan walaupun harus dengan cara seperti ini. yang terbaik buat gua adalah tidak ikut dalam permainan dia. Akhirnya kita berdua memarkirkan motor di sebuah rumah. Banyak cewek-cewek cantik yang berdiri sambil menggoda. Adit masuk, dan gua memutuskan untuk tunggu di luar. Sesekali dia nanya ke gua,
“ yakin loe gak mau coba? Gua bayarin deh!”
“ ogah, gua masih tahan iman, loe aja sana! Jangan pakai lama! Entar kalau digrebek polisi, disangka gua lagi yang mau!”
“ iya-iya, anteng aja loe disana.. “
Dengan wajah cemburut dan tatapan beberapa perempuan gua seperti orang bego yang nunggu diluar sambil megangan helm gua. Adit uda memilih cewek yang harus jadi teman dia malam itu. Gua menunggu di luar dan tiba-tiba salah satu cewek di dalam rumah itu keluar sambil menghisap rokok. Dia ngeliat gua, lalu menawarkan rokok kepada gua.
“ Enggak makasih,  gua gak ngerokok “ kata gua menolak dengna harus.
“ Hah, jaman gini masih ada yang gak ngerokok.. aneh..” Tanya cewek itu dan gua hanya senyum-senyum.
Dia duduk disebelah gua, menatap mata gua dengan tajam sambil sesekali membuang asap rokok ke langit-langit atap.
“ Kok nunggu disini, ga ikutan aja sama temen kamu!”
“ Enggak , biarian aja si adit yang pengen,.. Cuma nemenin aja”
“ uda, loe sama gua aja mau? “
Gua memandang cewek disamping gua, sejujurnya dia cewek yang cantik, putih dan idaman gua. Tapi ketika dia menawarkan dirinya ke gua, tiba-tiba gua jadi ilfell. Kenapa cewek secantik ini harus menjadi seorang pelacur, dunia ini memang gak adil.
“ enggak mbak ,makasih”
“ uda maulah, gua kasih diskon.. “ tawar dia lagi.
“ beneran mbak, saya gak mau..” tolak gua dengan halus.
“ apes deh gua, daritadi gak ada yang mau ama gua..”
“ loh mbak kan cantik, kok ga ada yang mau..!”
“ ya nasib lah, namanya juga jualan, kadang laku, kadang kagak, malah gua lagi ada masalah lagi,,.”
Entah mengapa gua jadi merasa ingin tau masalah dia.
“ masalah apa mbak?” Tanya gua
“ umur loe berapa?” Tanya dia ke gua
“ masuk 17 tahun ini,., “
“ yailah, masih brondong, masih belum tau namanya dunia dewasa..” ledek dia.
“ kata siapa.. setiap orang punya masalah, gak mandang gede atau kecil umurnya..”
Dia melihat gua, mungkin dia merasa gua pinter merangkai kata-kata.
“kayanya loe bukan cowok brengsek ya.. beda sama cowok-cowok yang suka kesini Cuma pengen cari cewek buat kesenangan sesaat’
Gua tersenyum manyum dipuji dia.
“ Hehe, ga semua cowok brengsek kok mbak..
“ mungkin aja…  hm.. gua lagi butuh duit..” kata dia tiba-tiba.
Dalam hati gua, mungkin ini masalah klasik. Kalau ga butuh duit, buat apa dia kerja sebagai pelacur.
“ Maaf kalau boleh tau, duit buat apa ya?”
“ nasib jadi orang miskin, selalu kena masalah, nyokap gua tiba-tiba ada benjolan di perut, kemarin sempat dibawah ke puskemas, kata dokter sih tumor ringan.  Mesti cepat-cepat di operasi kata dokter, tapi ya tau sendiri Negara kita, apa-apa butuh duit. Ujung-ujungnya duit buat operasi. Makanya gua lagi sial, semingguan ini jarang dapat pelanggan. Apes..”
Entah mengapa, gua merasa, ada kejujuran dari apa yang cewek ini ngomongin. Dia gak seperti lagi sandiwara.
“ namanya mbak siapa?”
“ panggil gua Eva aja! Loe?”
“ Gua, Rasya.. “
Tiba-tiba kita terdiam, melihat wajahnya yang tampak sedih sehabis cerita kehidupan dia, gua merasa iba dan menawarkan dia setulus hati.
“ kalau eva emang butuh duit, gua ada, tapi gak banyak, kali-kali aja bisa bantuin nutupin kekurangan.”
Dia ngeliat gua.
“ loe kan masih 17tahun, mau dapat duit dari mana 1,5 juta kekurangang gue..”
“ oo, jadi kurangnya 1,5juta. Tenang aja Va, gua ada kok kalau segitu, tapi kalau sekarang.. gua ga bawa duitnya.. kalau besok gimana?”
Dia tertawa kecil.
“ gua sih uda biasa digombalin sama pelanggan. Tapi kalau digombalin berondong sih baru kali ini..” ledek dia.
“ sumpah gua ga bohong, gini aja, nomor hendphone loe berapa? Nanti besok gua telepon dan kasih duitnya, tapi jangan disini ya.. soalnya gua ga nyaman..”
“ terserah mau dimana, neh nomor gue..” kata dia sambil ngasih kertas dengan angka nomor telepon dia.
” inget loe, gua ini bukan orang baik. ”
” gua juga bukan orang baik. tapi juga bukan orang jahat, gua dan loe hanya terlahir di dunia yang keduanya gak bisa kita hindari..”
Tiba-tiba adit selesai, dan dia langsung menuju gua. Sebelum adit ngajak gua pergi, gua pamitan sama eva. Dia tersenyum. Dari wajahnya gua tau, dia pasti berharap banget apa yang gua katakan ke dia itu benar. Walau sebenarnya gua sendiri ga punya duit sebanyak yang dia mau.  Duit yang gua punya Cuma ada 900 ribu dan masih kurang 600 ribu buat ngasih ke eva. Akhirnya gua mesti nunggu seminggu hingga terkumpul 1,5 juta. Bermodalkan duit yang sesungguhnya hasil uang jajan gua. Akhirnya gua nelepon dia.  Sebelum memastikan apa eva benar-benar sungguh-sungguh atau bohong, gua sempet survey ke psk sekitar tempat kerja eva dan hasilnya positif dia ga bohong makanya gua usahain duit terkumpul cepat.
Eva terkejut ketika gua nelepon dia, gua meminta janjian ketemu sama dia di kafe yang telah gua tentukan. Seumur-umur dalam hidup gua, baru kali ini gua beramal cukup besar untuk orang lain. Gua masukan duit itu dalam tas gua. Mungkin bonyok gua akan marah besar kalau tau duit jajan gua habis untuk dia. Tapi gua cukup beruntung terlahir dari keluarga yang mampu, jadi gua yakin. Bonyok gak akan tega biarin gua hidup tanpa duit sedikitpun andai gua bilang, gua butuh duit.
***
Eva muncul dengan pakaian yang lebih tertutup kebanding pertama kali gua lihat. Kita makan dan sesekali gua jelaskan kenapa gua baru hubungi dia dengan alasan sibuk ujian, padahal sesungguhya sibuk nabung untuk bantu dia. Eva mungkin gak pernah kepikiran kalau gua ngajak dia ketemu untuk bantu keuangan dia, dia lebih berpikir kalau gua ini ketemu dia sebagai seseorang yang membutuhkan dia seperti laki-laki lainnya.
Kita sempat jalan-jalan sebentar sampai akhirnya motor gua membawa dia ke pantai. Kebetulan mal di kota gua selalu dekat dengan pantai. Gua duduk disamping dia. Dia langsung menyodorkan pertanyaan.
“ sebenarnya , loe manggil gua untuk make gua? Atau temenin loe jalan sih?”
“ coba tebak?” Tanya gua.
“ dua-duanya juga ga masalah, gua uda lama gak jalan sama cowok. Terakhir pacaran juga apes. Dari sekian cowok yang nembak gua, Cuma dia yang gua terima. Ujung-ujungnya cowok emang brengsek. Cuma mau tidur sama gue.. makanya sejak sekarang gua mati rasa sama yang namanya cinta.. !”
“ loh kayaknya loe dendam banget ya sama cowok. Maaf loh kalau lancang, Cuma ngerasa gitu”
“ ngapain minta maaf, emang nasib gua kok. Terlahir sebagai cewek hina, miskin, keluarga berantakan. Lonte..” tiba-tiba eva nangis dengan kalimat terakhir itu.
“ loe nangis..” Tanya gua jadi ikut sedih.
“ lonte.. gua uda sering denger kalimat itu dari mulut orang lain buat gua, rasanya nyakitin banget.  Asal loe tau , kalau aja dunia ini lebih indah dari yang gua mau. Gua juga gak mau jadi lonte..  siapa sih di dunia ini yang mau jadi pelacur, lonte. Ini karena terpaksa. Masih ada adik sama keluarga yang butuh gua untuk bertahan hidup..”
“ eva.. jangan nangis dong. Tujuan gua kesini, Cuma pengen ngasih ini..” kata gua sambil ngasih duit ke dia.
“ gua emang masih berondong seperti yang loe bilang, tapi gua juga punya hati. Walau hidup gua cukup, tapi gua mengerti perasaan loe.. mungkin Tuhan Cuma lagi kasih ujian buat hidup loe. Kalau pun itu berat saat ini, gua harap bantuan dari gua, bisa bantu meringankan beban loe..”
“ loe.. kenapa sih mau bantu gua.. kan gua ini bukan siapa-siapa loe, bukan temen loe.  Bahkan bukan orang yang pantes kenal sama loe..” kata dia sambil menangis.
“ gua juga gak tau. Yang jelas, kita uda ditakdirkan buat jadi orang yang mengenal.. gua senang kok kenal sama loe. Sekarang pakai duit ini buat operasi nyokap loe ya,. Biar cepat sembuh dan loe bisa kerja yang lain.. bukan seperti sekarang..”
Dia terdiam sambil merenung.
“ kalau pun gua gak kerja kayak gini, gua juga uda pasti gak ada yang mau. Palingan laki-laki berengsek yang mau sama gua..”
“ kata siapa gak ada yang mau..”
“ ya kata gua lah.. mana ada sih yang mau sama bekas pelacur!! Bekas lonte…”
“ gua mau..”
Eva terdiam mendengar kalimat gua.
“ umur loe masih muda, belum tau yang namanya cinta.  Ya sudah, terima kasih buat bantuan loe. Kelak kalau gua ada duit. Gua akan balikin duit ini.. sekali lagi, terimakasih”
“ sama-sama eva..”
Selang beberapa hari, eva sempat sms dan memberi kabar ke gua kalau nyokapnya sukses dengan operasi dia. Kita jadi rutin saling sms dan telepon hingga akhirnya dia ngundang gua ke rumah dia untuk bertemu nyokap dia. Gua menerima tawaran dia sekaligus ingin tau apakah benar kalau nyokap dia habis dioperasi. Ketika gua sampai kerumah, nyokapnya berlinang air mata ngucapin terima kasih, gua bersyukur ternyata eva jujur apa adanya. Dan yang paling gua senang, dia bilang ke gua, kalau dia lagi cari kerjaan buat hidup sebagai orang bersih.
Saat itu, tanpa sepengetahuan eva. Bokap tirinya tiba-tiba minjem duit ke gua, dia bilang buat bayar utang. Karena gua gak enak nolak, akhirnya gua kasih duit ke bokapnya tanpa sepentahuan eva. Gua juga sering bantuin ngaterin eva untuk cari kerjaan yang baik. Sampai akhinya dia dapat kerjaan sementara. Selama ini, keluarga dia gak tau kalau eva kerja sebagai pelacur, eva berusaha nutupi dan akhirnya lembaran gelap itu terkubur dengan sendirinya.
Tanpa kita sadari, gua dan eva samakin dekat. Setelah pendekatan itu, akhirnya kita menjadi sepasang kekasih. Mungkin cinta itu memang buta ya, baru kali ini gua merasakan cinta yang begitu dalam dari seorang perempuan di usia gua yang masih muda. Ketika dulu gua punya cinta monyet. Gua gak pernah ngerasa sebahagia ini selain bersama eva.  Walaupun dia punya masa lalu kelam, cinta berhasil membuat gua menghapus semua pandangan buruk itu. Seminggu setelah jadian, dengang uang jajan yang gua kumpulin, gua membeli cincin yang sama untuk kita pakai sebagai lambang cinta. Buat eva mungkin ini aneh, tapi dia sadar, gua masih berondong dan pasti gaya pacarannya juga kayak sinetron di tv jadi dia maklumin.
Tapi sepanjang waktu kami pacaran, gua merasa eva semakin hari semakin kurus dan tubuhnya jadi lemes gitu, ketika gua Tanya ke dia, dia Cuma bilang kalau dia mungkin kecapean. Tapi sebenarnya ada hal yang gua takutkan dengan kondisi dia. Gua masih ingat, untuk memastikan kalau eva ga bohong pas bilang butuh duit, gua sempat kembali ke tempat pelacuran dia kerja, dan iseng-iseng gua ngobrol sama cewek disana tentang dia.
“ loe siapanya eva?”
“ temen aja mbak, kalau boleh tau, dia kan cantik, kok bisa ga ada pelanggan sih?”
“ nasib mas, eva kena penyakit sifilis( penyakit kelamin). Kayaknya banyak pelanggan yang uda tau dia itu kena penyakit gituan, makanya ga ada yang mau sama dia! Disini kan pesaingan ketat, ada yang bocorin gitu, makanya kasihan dia..”
“ kenapa ga berobat aja dia..?”
“ maunya sih gitu! Tapi nyokapnya kan sakit, jadi dia mati-matian cari duit buat nyokap dia dulu, baru nanti mikirin sembuhin penyakit dia.. “
“ kasihan ya..”
“ iya mas, susah hidup sekarang. Saya yang dulu anterin dia ke dokter aja jadi sedih kalau bayangin hidup dia..”
Dari apa yang teman dia bilang, gua jadi yakin kalau eva jadi kurus ini pasti karena penyakit dia dulu. Walau dia ga pernah mau cerita ke gua, mungkin karena dia takut. Kalau dia penyakitan maka gua akan ninggalin dia. Padahal gua gak pernah peduli dengan sakitnya dia. Sakit eva makin buruk sampai akhirnya dia ga kerja. Gua akhirnya nyamperin ke rumah, dan dia ga bisa bangun karena tiba-tiba tubuhnya jadi kayak lumpuh gitu.
Saat itu juga gua putuskan untuk bawa dia ke rumah sakit, dia sempat menolak.
“ Rasya, rumah sakit itu mahal, orang miskin kayak gua kalau sakit itu ga ada keadilan, jadi biarin aja gua minum obat biasa, nanti juga sembuh”
“ loe itu uda gak bisa bangun. Gak usah pikirin duit. Gua ada tabungan, yang penting sekarang kita ke rumah sakit.”
Dengan penuh kesedihan, akhirnya eva gak bisa nolak kemauan gua. Gua menggendong dia sampai ke rumah sakit, dia dirawat dan dokter mengatakan ke gua dengan berat hati kalau eva sudah kenapa sifilis akut dan seluruh tubuhnya uda terkontiminasi sama sel-sel neurosifilis yang kemungkinan sembuhnya kecil. Dengan penuh air mata gua memohon kepada dokter untuk sembuhin dia. Gua dan nyokap serta adiknya saling bergantian jaga dia. Saat itu lagi ujian akhir kelulusan sekolah, gua harus bertahan dalam dua hal. Konsetrasi ke ujian dan konsetrasi ke eva.
Mungkin kedua cobaan itu berat tapi akhirnya gua berhasil mengerjakan semua ujian yang datang silih berganti bersamaan dengan waktu gua menjaga eva. Eva semakin kritis. Dia gak banyak bicara lagi seperti sebelumnya. Sepertinya dia tau, hidup dia tidak akan lama lagi.  Dia nyerahin sebuah diary ke gua. Dimana disana dia bilang hanya boleh dibaca setelah tiba saatnya nanti.
“ jangan dibuka ya sampai nanti kalau gua uda ga bisa bangun lagi..”
“ kok loe ngomong gitu..”
“ Sya, mungkin.. selama ini gua gak pernah jujur tentang panyakit gua, tapi gua Cuma ga mau kalau loe tau gua punya penyakit ini, loe ninggalin gua. Ternyata gua salah, loe benar-benar hadiah paling indah dalam hidup ini yang dikasih Tuhan buat gua. Gua pikir.. Tuhan gak akan pernah ngasih kebahagiaan buat gua karena memang gua ga pantes. Ternyata gua salah, Tuhan itu adil. Dan keadilan itu dia tunjukkan lewat loe..”
“ jangan ngomong gitu eva.. gua yang harusnya bersyukur punya pacar seperti loe dalam hidup gua, loe benar-benar anugrah..loe harus kuat ya, kita sama-sama berjuang untuk kebahagiaan kita..”
Eva hanya menangis mendengar gua bicara begitu. Gua pun menangis. Entah mengapa, gua seperti merasa ini adalah ujung dari akhir kisah kami.
“ sya, gua mau minta tolong satu hal lagi sama loe. .boleh?”
“ ngomong aja eva, kita kan pacaran, terbuka aja..”
“ gua gak punya apa-apa untuk ngasih loe sebagai balasan atas kebaikan loe, tapi gua Cuma punya ini.. bisa loe ambil kalung ini dari leher gua, soalnya.. tangan gua uda gak bisa bergerak lagi..”
“ kenapa bicara begitu.?”
“plz.. ambill” dengan berat hati gua melepas kalung itu dan mengambilnya.
“ disimpan ya.. sama buku harian yang gua tulis itu..”
“ iya eva.. tadi kamu bilang mau minta tolong, kenapa gak dilanjutkan?”
“ kalau gua mati, tolong jangan kubur gua di sini, gua mau dikubur di tanah kelahiran gua.. bisa..”
Mendengar kalimat itu dari mulut dia. Hati gua hancur. Gua gak tau harus bagaiman mengungkapkan kata-kata yang pantas untuk membuat gua bangkit dan percaya kalau dia akan sembuh. Gua hanya bisa menangis dan mengiyakan permintaan dia. Karena ada ujian lagi di besok. Gua pamitan sama dia. Gua mencium kening dia dan dengan berat hati saat itulah gua merasa ini terakhir kalianya gua akan melihat dia.
Dengan penuh tangis, gua pulang dan berharap Tuhan sekali lagi memberikan keadilan untuk hidup dia. Besoknya gua ujian terakhir dan ketika gua ingin jenguk dia, gua melihat sudah banyak orang di kamar dia di rawat. Semua menangis dan disitulah gua tau, eva telah pergi untuk selamanya. Gua hanya bisa tertunduk lesuh dan menangis dalam hati. Berat rasanya harus melepas kebahagiaan sesaat yang ada dalam hidup gua. Permintaan terakhirnya untuk di makamkan di tanah kelahirannya gua lakukan sebagai tanda cinta terindah dalam hidup gua untuk dia.
Kini, gua menyadari bahwa. Hidup itu sesungguhnya tidak pernah memihak kepada siapapun di dunia ini. tapi hidup itu membuat kita hanya bisa memihak kepada satu hal, bertahan untuk hidup dengan segala cara apapun. Eva mungkin telah berjuang hidup dengan ketidakberpihakan hidup tapi ia berhasil membuktikan kepada gua kalau disaat akhir hidupnya, dia benar-benar merasakan keadilan hidup sesungguhnya. Dengan cinta dan kasih sayang murni tanpa air mata penderitaan. dia mampu mengubah dirinya yang dulu adalah makluk hina menjadi seorang bidadari , walaupun itu hanya di hati gua, tapi gua percaya kelak semua orang akan setuju dengan apa yang gua bilang kalau dia adalah bidadari terakhir yang hidup di dunia ini
Saat hanya bisa mengenangnya , hanya buku harian ini yang tersimpan dan membuat hati gua merasa mungkin jalan terbaik dalam hidup kita adalah seperti saat ini. 30-april 2010, itulah hari paling memilukan dalamn hidup gua dimana saat itulah gua memiliki kesempatan untuk membaca
tulisan terakhir eva untuk gua..
To : My Lovely …..

Dear,makasih kamu udah mau jadi pendamping aku
selama ini…makasih juga udah mau jadi malaikat
penyelamat untuk ibu aku…
Andaikan kamu tau aku punya penyakit gini,
aku yakin kamu pasti kecewa trus tinggalin
aku,yakin banget
makanya aku ngerahasiain
ini semua…maaf ya?
Dear,Kamu Laki-laki paling baik yang pernah aku temuin
,kamu mau terima aku apa adanya..
Aku perempuan kotor,miskin,keluarga semrawut,
tapi kamu tetep mau deket ma aku

Dear,andaikan aku udah gak hidup lagi di dunia
ini,kamu jangan sedih ya ? masih banyak perempuan
yang lebih baik dari aku..kamu orang baik,harus
punya pendamping yang baik juga :’)
Inget,jangan lagi datang-datang ke tempat kotor
gitu.setebal apapun iman kamu,pasti bisa
runtuh ama yang namanya perempuan.
Dear,walau dunia kita udah beda,aku tetep ada di
hati kamu kan?janji?aku akan slalu disamping
kamu,aku akan jaga kamu…….Maaf andai
slama ini aku&keluarga udah nyusahin kamu :*
Goodbye…….


Semoga kamu bahagia disana eva, aku selalu ada untuk kamu walau kita telah berbeda dalam dunia ini. dan percayalah loe adalah bidadari terakhir dalam hidup gua,

tamat
TULISAN DAN KALUNG SERTA CINCIN KENANGAN CINTA EVA DAN RASYA

UNTUK KEPENTINGAN NARASUMBER DAN HAK PRIVACY MAKA NAMA SUMBER DIRAHASIAKAN,

SEMOGA KISAH INI MEMEBERIKAN PELAJARAN UNTUK KITA UNTUK LEBIH MENGHARGAI SETIAP KEHIDUPAN

lagu yang layak untuk kamu dengarkan bersama kisah ini adalah
surat kecil untuk tuhan by esa sigit

http://www.4shared.com/audio/fYPy1q8d/Esa_Sigit_-_Surat_Kecil_Untuk_.html

MY IDIOT BROTHER (Agnes Davonar)

Pada suatu pagi… Dalam mimpiku, aku bertemu dengan seorang pangeran tampan yang sedang menawarkan bunga kepadaku. Aku tidak ingat siapa nama pangeran itu, tapi sekilas aku pernah melihatnya ketika pulang sekolah. Dan di saat aku sedang mencoba menerima bunga itu, tiba-tiba mimpiku langsung rusak oleh suara ketukan pintu kamarku, lalu pangeran itu menghilang seiring aku terbangun dari mimpiku. Seharusnya seperti biasa, aku selalu ingat untuk mengunci kamarku dengan baik dan mengingatkan sebuah tulisan di kertas yang tertulis rapi di depan pintu kamarku.
JANGAN BANGUNIN GUE SAMPAI GUE PUAS TIDUR!!
Tapi sepertinya tulisan itu tidak ada artinya, ada saja gangguan seseorang yang  membuatku langsung naik darah.
“Adik… Adik… bangun… bangun… sudah pagi…”
Dengan terpatah-patah suara kakakku membangunkanku.
Mendengar suara itu, aku langsung menutup kedua telingaku rapat-rapat dengan bantal di wajahku. Tapi semakin aku tutup telingaku, semakin kuat terdengar teriakan itu dan aku pun menyerah, kemudian melompat dari ranjangku lalu mendekati pintu dengan keadaan rambut sebahuku yang berantakan. Dengan emosi, aku membuka pintu dan terlihatlah sosok kakakku yang sedang membawa segelas susu dengan wajah bodohnya yang penuh senyum.
“Adik sudah bangun? Ini susu… minum…”
“Dasar idiot! Loe bisa baca gak sih tulisan ini?” kataku sambil menunjuk ke pintu kamarku.
Kakakku memutar bola matanya dan menaikkan kepalanya membaca tulisan itu dengan perlahan dari mulutnya. Tak ketinggalan ciri khas kepalanya yang suka mengangguk-ngangguk naik-turun seperti boneka hewan dengan leher kawat behel  yang sering dijadikan penghias di mobil.
“Apa perlu gue tulis sepuluh tempelan biar loe ngerti gak usah bangunin gue?!” teriakku emosi dan gemas.
Kakakku terdiam dan berkata, “Tapi sudah pagi, Adik harus sekolah…”
“Sebodo amat, pergi!!” teriakku sambil menutup pintu dengan kencang. Kakakku terkejut sampai menutup matanya. Ia berjalan turun melewati tangga menuju dapur dengan langkahnya yang perlahan.
***


Nama kakakku, Hendra.
Umurnya lima tahun di atasku. Ia bertubuh sedikit gemuk sedangkan tinggiku hanya sepundaknya. Walau ia memiliki tubuh sempurna seperti orang normal lainnya, tapi dia  memiliki penyakit yang  bernama Down Syndrom. Penyakit yang membuat pikirannya walau sudah berusia  delapan belas tahun tapi berpola pikir mundur  sepuluh tahun. Secara matematika, sekarang ini dia seperti anak baru berusia  delapan tahun saja. Kami hanya dua bersaudara dengan Ayah yang bekerja di pertambangan laut lepas dan ia hanya pulang setiap  tiga sampai  enam bulan sekali sedangkan Ibu hanya seorang ibu rumah tangga biasa. Seluruh waktunya dipakai sepenuhnya hanya untuk kami.
Kakakku turun ke dapur saat Ibu sedang menyiapkan makan pagi berupa telur mata sapi dan mie goreng.
“Adik pemalasmu belum bangun, Kak?”
“Adik tidur… dia masih tidur… ini susu, dia tidak mau…”
“Dasar anak pemalas!” kata ibuku sambil menaruh piring di meja dapur dan beranjak pergi ke kamarku yang terletak di atas lantai dua.
Aku tahu, akan bahaya kalau sampai Ibu yang membangunkan aku. Belajar dari pengalaman jauh dari hari-hari sebelumnya. Kalau Ibu marah, ia akan mengurangi  lima puluh persen uang jajanku. Kalau itu terjadi, hidupku dalam bahaya. Bagaimana aku harus membeli alat-alat kecantikan? Bagaimana aku harus membeli boneka-boneka yang aku suka? Aku bisa rasakan derap langkah kaki Ibu yang menuju kamar dan langsung saja aku melompat dari ranjangku menuju meja dandanku, merapikan rambutku dengan sisir. Tentu saja itu hanya sandiwara untuk mengelabui Ibu!!
Ibu yang kesal langsung membuka pintu dengan kunci cadangan yang dimilikinya, dan kunci itulah satu-satunya cara ia bisa masuk ke kamarku ketika aku menguncinya. Saat membuka pintu, sebelum sempat  berteriak, tiba-tiba Ibu menahan suaranya. Aku melihat  Ibu dengan tatapan tajam menutupi rasa kantukku.
“Kenapa, Bu?” tanyaku.
“Gak apa apa, makan pagi sudah siap, cepat makan dan berangkat ke sekolah!” kata Ibu.
“Please deh. Jangan bikin kaget orang hanya untuk makan pagi, Angel udah gede. Bisa bangun sendiri, gak usah suruh Kakak bangunin,”  gumamku kesal.
“Sudah gede kepalamu! Kalau kakakmu gak bangunin, kamu pasti akan terlambat sekolah,” kata ibuku lebih kesal.
Aku mengoceh sendiri  di depan cermin mengikuti gerak bibir Ibu yang cerewet sambil meledeknya. Karena kesal,  ibuku hanya bisa pergi dengan menutup pintu lalu meninggalkanku.
Beginilah hidupku setiap paginya, harus berjuang bangun pagi untuk sekolah. Makan pagi semeja bersama seorang kakak bodoh  yang makan saja harus berantakan kemana-mana seperti  balita yang baru belajar makan. Tapi yang aku heran, kenapa ibuku bisa bertahan dan sabar menghadapi kakakku yang aneh ini ya? Kadang aku berpikir, mengapa kakakku bisa menjadi cacat seperti ini ya?
Dalam keluargaku, aku ini baik-baik saja,  Ibu juga baik-baik saja, begitu pula dengan ayahku. Sempurna.
Karena penasaran, aku pernah mendengar dari bibiku bahwa dulu Ibu harus berjuang lima tahun lamanya menunggu kelahiranku sampai merasa kakakku sudah cukup besar. Kakakku itu sebenarnya terlahir normal, tapi pada saat berusia beberapa bulan tiba-tiba ia terserang demam tinggi yang akhirnya membuat beberapa bagian organ otaknya mengalami kerusakan karena kekurangan oksigen.
Beruntung ia dapat selamat dan bertahan hidup, tapi akhirnya ia jadi seperti sekarang ini. Ia hidup dengan keterbelakangan mental. Ia seperti orang bodoh yang kalau ngomong saja terpatah-patah dan membosankan. Ayah pasti bersedih ketika tahu kakakku divonis terkena penyakit down syndrome. Mereka terpukul tapi tidak melupakan tugas mereka sebagai orang tua yang baik.
Melahirkanku adalah salah satu cara mereka percaya bahwa aku bisa menjadi cahaya dalam keluarga kecil mereka. Tapi aku merasa, aku ini dimanfaatkan oleh ibuku sebagai perawat kakakku saja. Ibu sering mengajariku untuk sayang dan peduli pada kakakku. Tapi aku justru merasa, kakakku ini beban dalam hidupku. Beban yang membuat aku malu dan sulit percaya kalau keluarga kami ini sempurna. Sekeras apapun aku berpikir, aku merasa ini tak adil. Mengapa Tuhan memberikan takdir kami seperti ini?
Sampai detik ini, aku tetap tidak mendapatkan jawaban selain harus menerima nasibku seperti ini.
***
Sebenarnya  aku merasa hubungan aku dan kakakku baik-baik saja. Sewaktu kecil kami selalu bermain bersama. Kakakku itu sudah lulus dari sekolah luar biasa setahun yang lalu, tepatnya ketika aku sudah duduk di Sekolah Menengah Pertama. Kami pindah rumah dan tinggal di rumah yang lebih besar dari sebelumnya. Mungkin kepindahan rumah ini memang sengaja diatur saat kakakku sudah lulus sekolah sehingga Ibu tidak perlu repot pulang ke rumah yang tak jauh dari sekolah kakakku.
Rumah baruku  terdiri dari lingkungan baru dan sekolah baru untukku. Aku merasa tersanjung untuk diriku tapi menyadari betapa malangnya nasibku. Karena ternyata demi kakakku, aku harus mengorbankan sekolah duluku yang biasa-biasa saja. Dulu, teman-temanku selalu berpikir kalau kakakku itu lucu dan aku sedikit bangga karena itu. Tapi sekarang? Tidak!
Mereka adalah teman-teman sekolah dasarku yang selalu bermain di rumah bersama kakakku tentunya. Walau kakakku ini idiot, tapi dia ini pandai berhitung. Dia tidak akan salah kalau menghitung sejumlah uang monopoli, satu-satunya permainan yang ia sukai. Aku rasa mereka datang bukan karena menyukai bermain bersama aku tapi karena Ibu selalu memanjakan kakakku. Ia bisa membeli apa saja makanan yang ia suka dan ketika teman-temanku pulang, mereka akan selalu mengapit roti ataupun permen sebagai hadiah bermain.
Dasar ibuku, ia tidak pernah adil terhadapku! Ia hanya akan memberikan apa yang aku suka asal kakakku juga suka. Karena hal itu, aku sering marah-marah. Tapi Ibu seperti biasa selalu berkata,“Temani dan bermainlah bersama kakakmu, baru Ibu belikan yang kamu mau!”
“Ibu kejam sekali, Ibu sogok Angel ya?”
“Untuk  apa Ibu sogok kamu? Ibu hanya ingin ajarkan kamu bagaimana sulitnya mencari uang.”
“Mencari uang dengan bermain sama kakakku yang idiot itu? Emangnya Angel ini babysitter??”
Kalau aku sudah bicara begitu, bersiap-siaplah kepalaku merasakan jitakan khas ibuku yang bisa membuat kepalaku benjol karena emosinya.
Kalau sudah begitu, aku merasa hidup ini tidak adil. Akhirnya aku harus merelakan waktuku hanya demi untuk mendapatkan uang saku dengan bermain bersama kakakku. Untungnya, kakakku itu tidak begitu banyak merepotkan seperti anak bayi. Ia bisa melakukan apa saja. Ia tidak pernah tersesat bila pergi membeli makanan di warung tetangga atau supermarket terdekat. Ia bisa makan sendiri walau terkadang berantakan seperti seekor kucing yang sedang makan lahap. Dan yang terpenting, aku tak perlu membantu dia untuk membersihkan diri setelah usai buang air besar. Konon kalau aku tak salah ingat, ia baru mampu membersihkan dirinya sehabis buang air besar setelah ia berusia 15 tahun, aneh sekali.
Memang sih, terkadang aku merasa kasihan pada Ibu. Ia menghabiskan sebagian sisa waktunya hanya untuk menjaga kakakku. Baru akhir-akhir ini saja ia mulai merasa lega, setelah aku cukup besar dan bisa menjadi penggantinya. Ia mulai sering pergi ke salon untuk mempercantik diri. Ia juga aktif mengikuti arisan bersama teman-teman lamanya. Kalau sudah begitu, antara senang dan tidak, aku jadi perawat kakakku demi mendapatkan uang saku tambahan. Tapi di di sisi lain, aku merasa seperti pembantu saja.
Ayah kami seorang pria yang bertanggung jawab. Walau hanya seminggu pulang setelah bekerja  tiga sampai  enam bulan di laut lepas untuk mencari uang, ia selalu mengajak kami pergi bermain bersama saat berkumpul dalam waktu singkat itu. Ayah sangat sayang pada kakakku, ia menerima segala keadaan dan cobaan yang terjadi. Konon menurut Ibu, pangkat Ayah naik setelah kakakku lahir. Percaya tak percaya, tapi keadaan ekonomi kami membaik seiring pangkat Ayah yang naik hingga keluarga kami mampu membangun rumah baru yang lebih baik dari rumah sebelumnya.
Ayah juga tidak sepelit ibuku. Kalau ia sudah pulang, tanpa banyak basa-basi, aku tinggal sebutkan apa yang aku mau lalu ia akan membelikannya. Ibuku kadang suka marah karena merasa Ayah telah memanjakanku. Karena selama ini ia mendidikku untuk selalu bekerja agar dapat apa yang aku mau. Kalau dipikir-pikir, aku ini seperti bukan anak ibuku saja. Asal kakakku ingin ini dan itu, Ibu langsung memberikan tanpa tedeng aling-aling. Kalau aku yang mau, ya… siap-siap mendengar siaran langsung berita ibuku yang sekali cuap-cuap bisa sepanjang sungai amazon.     JJJ
Setelah stress menghadapi keluargaku yang kacau, aku harus stress juga dengan lingkungan sekolah baruku ini. Sekolahku yang dulu anak-anaknya tidak kaya dan sederhana, tapi yang sekarang, semua orang seperti pamer kekayaan. Kadang aku muak melihat mereka pamer sepatu sampai baju import yang mereka beli ketika sedang bergosip di kelas, khususnya anak perempuan. Kalau yang laki-laki mereka selalu membicarakan tentang seputar koleksi mainan import mereka. Ah… sudah otakku tidak pintar, ditambah tiap hari harus mendengar ocehan mereka tentang baju baru, sepatu baru dan koleksi parfum, sampai mainan baru mereka. Rasanya sekolah ini menambah penderitaan hidupku saja.
Di sekolah baruku, aku tidak memiliki banyak teman cewek karena aku memang sedikit tomboy. Meskipun begitu tapi aku masih memperhatikan kalau aku ini cewek yang harus tampil cantik setiap hari di sekolah. Aku suka sekali bermain basket bersama teman-teman laki-laki yang mungkin berbeda kelas denganku. Nilai lebihnya, aku suka basket.  Karena basket adalah pelajaran olahraga  yang paling aku sukai dan selalu memberikan nilai A di setiap ujianku. Selain pelajaran itu, kata Ibu, nilai-nilaiku yang lain seperti rumah kebakaran, penuh dengan warna merah dan selalu mendapat nilai buruk.
Tapi kalau Ayah, ia selalu membelaku. Ia selalu bilang, “Gak peduli betapa buruknya nilai kamu asal kamu naik kelas, mau rangking terakhir pun Ayah sudah cukup puas.”
Berdasarkan prinsip Ayah itulah aku menjadi pemalas kalau disuruh belajar. Di kelasku itu, aku juga paling benci dengan cewek norak bernama Agnes dan kawan-kawannya yang bermuka sok indo tapi berkelakuan barbar. Ia memilik dua teman yang aku rasa adalah kacung bayaran yang disewa untuk selalu berada  di samping dia. Yang satu bertubuh kurus tinggi bernama Fifi dan satu lagi bertubuh gempal  –yang kurasa sekali kupukul akan jatuh tanpa pernah terbangun lagi–  bernama Maria. Kami selalu bermasalah dan bermusuhan.
Itu semua dimulai ketika pertama kali kami sekelas. Ia selalu menganggap aku orang yang paling tidak bisa ditundukan.
Aku selalu berkata dalam hatiku untuk tidak pernah nurut dengan perintah orang lain, hingga suatu ketika…
‘Halo? Emangnya siapa loe? Memangnya putri presiden sampai gue harus nurut sama loe?’ kataku dalam hati saat dia secara tiba-tiba memintaku untuk menghapus papan tulis yang kotor.
“Gue ini kan ketua kelas loe!”
So what?” kataku menantang.
“Ok, kalau loe gak mau dengerin gue, mulai saat ini loe musuh gue!”
“Siapa takut?!” kataku.
Dan sejak saat itu aku tidak pernah banyak bicara lagi padanya. Aku asyik dengan duniaku yang banyak menghabiskan waktu di lapangan basket bila jam istirahat. Jauh dari kegiatan Agnes yang bila waktu istirahat, ia akan berlaga seperti model fashion show berjalan, pamer kenorakan barang-barang bermerek importnya dengan harapan menjadi pujaan laki-laki dan perempuan di sekolahku. Yang pasti, aku selalu menghindari kontak fisik dengannya dan aku rasa ia paling takut bila aku memukulnya walau ia harus mengeroyok aku dengan teman-temannya yang tidak membuatku takut sama sekali.
Pernah suatu ketika, saat aku menjadi sangat marah dan malu dengan diriku sendiri. Selama ini, teman-teman baruku tidak pernah tahu bagaimana kondisi latar belakang keluargaku. Sampai suatu saat, tanpa angin dan kabar apapun, Ibu dan kakakku datang menjemput aku saat pulang sekolah dengan mobil. Mereka menungguku di pintu gerbang saat bubaran sekolah, dengan wajah kakakku yang idiot itu –yang tampak sedang menghisap permen lollipopnya dan yang menjijikan adalah air liurnya berjatuhan ke kerah baju yang sudah dipasang sapu tangan terikat oleh ibuku– .
Tiba-tiba saja Ibu memanggilku, “Angel!”
Aku menoleh dan terkejut ketika mereka mendatangiku.
“Ibu ngapain kesini?”
“Ibu buru-buru habis pergi ke salon sama kakakmu, ini Ibu titip kakakmu dulu. Ibu harus pergi ke acara arisan dadakan, ini penting karena hari ini Ibu yang dapat uangnya.”
“Tapi kan bisa tunggu di rumah, Angel juga akan pulang kok.”
“Sudah jangan bawel, ini ajak kakakmu pulang, naik becak atau bajaj,” kata ibuku yang langsung pergi meninggalkan aku dan kakakku.
Disaat itulah, Agnes dan kawan-kawannya melihatku. Semua orang di sekolah itu melihat kakakku yang tiba-tiba tertarik melihat orang-orang bermain basket. Aku harus menarik tangan kakakku untuk pergi dari sekolahku.
“Adik, Kakak mau main basket…”
“Enggak. Pulang, cepet!” ujarku  sambil  menarik tangannya dengan paksa tapi kakakku masih bertahan.
“Pulang gak? Atau gue tinggal disini?” kataku kesal.
Kakakku malah merengek untuk bertahan seperti anak kecil yang kehilangan mainan.
“Adik jahat… Adik jahat…”
Karena kesal aku pun menariknya dengan paksa dan disaat itulah Agnes dan kawan-kawannya muncul.
“Oo… headlines news ini kalau di Metro TV,” ledek Agnes.
Aku tau, mereka pasti akan mempermalukan aku saat itu juga.
“Apa sih maksud loe?”
“Itu siapa loe? Adik, kakak atau… peliharaan loe?” kata Agnes yang disambut tawa oleh kedua temannya, Fifi dan Maria.
“Bukan urusan loe!” kataku sambil  buru-buru pergi dan terdengar teriakan mereka.
“Hallo anak cacat! Pantesan loe bego banget di kelas, secara kakaknya cacat. alhamduillah ya… sesuatu itu pasti ada sebabnya,” kata Agnes meniru gaya khas artis Syahrini yang sedang ngetop itu.
Tiba tiba kakakku yang marah langsung mengambil batu di jalan dan bermaksud melempar Agnes dan kawan-kawannya dengan batu. Aku terkejut dan menarik tangan kakakku.
“Ngapain sih? Udah deh pulang, loe udah bikin gue malu tau gak?!”
“Mereka jahat!” kata kakakku.  Aku merampas batu itu dari tangannnya.
Aku pun pergi dan berlalu meninggalkan mereka mendekati parkiran bajaj di depan gerbang yang berbaris rapi. Terdengar sayup-sayup suara Agnes dan kawan-kawan.
“Ih peliharaannya galak loh… takut…” seru Agnes dengan muka licik dan tawa menghina.
Sejak saat itu aku tahu bahwa aib dan rahasia yang aku tutupi dengan rapat kini telah terbuka. Agnes dan kawan-kawannya akan membuatku malu dengan cacatnya kakakku sebagai ejekan. Aku menjadi sangat benci dengan kakakku. Aku merasa malu memiliki kakak yang seperti ini ada di sampingku, berjalan bersamaku dengan gayanya yang idiot dan pandangan matanya yang selalu melihat sesuatu dengan aneh ditambah air liurnya yang belepotan membuatku jijik.
Sesampainya di rumah, aku membayar uang bajaj kemudian pergi meninggalkan kakakku lalu menutup pintu kamarku dan menangis.
Tuhan… aku tidak sanggup punya kakak seperti ini…


Sebenarnya apa sih arti kebahagiaan. Buat gua, kebahagian itu dilihat dari siapa saja yang ada di sekitar kita. Buat gua, kebahagiaan itu. Seharusnya dalam hidup gua, hanya ada orang-orang yang berarti. Tapi, sayangnya kebahagiaan yang gua miliki rasanya dikotorin oleh pikiran gua sendiri. Alkisah, gua punya keluarga lengkap, ayah, ibu dan seorang kakak laki-laki. Tapi kakak laki-laki gua ini sangat berbeda. Dia seperti penghalang kebahagiaan dalam hidup gua, bukan karena dia pinter ataupun bisa merebut kasih sayang orang tua gua. Tapi karena dia idiot. tapi dari dia, gua belajar akan satu hal, satu hal yang mengajarkan bahwa dialah malaikat dalam hidup gua yang berwujub manusia Idiot dalam arti kata bego, cacat dan bikin malu gua sebagai adik. Ga ada yang bisa gua banggakan dari dia, umurnya uda 5 tahun lebih tua dari gua, tapi begonya seperti 10 tahun lebih mudah dari gua. Gua gak heran, nyokap sampai harus rela nunda kelahiran gua 5 tahun kemudian, hanya demi merawat dia. Dalam bahasa kedokteran, dia itu kena sindrom Down yang bikin otak dia itu bego. Ga penting apa penyakit yang dia bawa sejak lahir, seharusnya dia itu ga pernah ada aja, karena menurut gua, dia itu hanya bikin malu gua.
Sejak kecil, gua selalu bilang ke nyokap. Kalau mau jemput gua di sekolah, jangan pernah bawa Hendra ( nama kakak gua) atau gua ga kan akan pernah pulang bareng mereka. Nyokap tetap cuek aja bawa kakak gua itu. Akhirnya kalau mereka datang, gua kabur dari sekolah dan memilih pulang sekolah dengan jalan kaki.
Sampai di rumah, nyokap bakal marah sama gua dengan kata2 yang sama,
“ Angel, kamu ini ga tau berterima kasih, Mama sama kakak kamu sudah cape2 jemput kamu, kenapa malah kabur?”
“ Siapa bilang Angel kabur?”
“ Kakak kamu walau seperti ini, tapi dia itu gak akan lupa muka adiknya yang lari dari dia?”
Gua terdiam dan bisa bayangkan kalau kakak gua nunjuk2 tangannya saat gua berusaha lari dari mereka,
“ Siapa suruh bawa dia, Angel kan malu punya kakak bego kayak gitu.. angel sudah bilang jangan jemput kalau ada dia.. ” kata gua langsung lari ke kamar.
Gua, ga pernah mau mengerti? Apakah kalimat yang gua ucapin itu, bisa membuat kakak gua ngerti kalau gua ga suka sama dia. Tapi kalimat itu cukup bikin nyokap marah. Ga peduli ya.. yang penting. Gua gak mau diledekin teman-teman karena punya kakak idiot seperti dia.
***
Sebenarnya kakak gua, gak terlalu jahat dan bikin repot gua dalam kesehari-hariannya. Dia bisa makan sendiri, bisa mandi sendiri dan bisa main sendiri tanpa perlu ditemenin siapa-siapa. Kalau tiba-tiba dia muncul saat gua lagi asyik nonton tv, gua selalu suruh dia pergi, dengan wajah dia yang bego dan mukanya yang culun. Dia malah maksa ikut nonton sama gua. Karena kesel gua teriak.
“ Eh idiot pergi deh, gua males banget loe nonton sama gua.. sana pergi..”
“ Angel.. adik.. kenapa benci sama kakak..” kata dia sepatah-patah,
Gua terdiam.
Sebenarnya ga ada jawaban kenapa gua harus benci dia. Gua Cuma merasa, hidup gua ini ga seperti teman-teman gua yang lain. Punya kakak yang normal, bisa jadi pelindung gua. Jadi teman ngobrol gua. Tapi kakak gua.. rasanya mustahil.
Akhirnya gua mengalah dan pergi dari ruang tamu, membiarkan dia nonton tv sendiri.
Dulu, gua gak terlalu peduli dan gak pernah sebenci itu sama kakak gua, waktu kecil, gua sering main boneka sama dia, main lari-larian. Atau berbagi tv yang sama. Gua merasa semua baik-baik saja sama dia, sampai akhirnya ketika gua mulai remaja dan pindah ke sekolah menengah pertama (SMP), semua berubah. Awalnya teman-teman gak ada yang tau kalau kakak gua itu idiot, sampai akhirnya seiring waktu banyak yang melihat sendiri kakak gua ketika nyokap jemput gua sama dia, gua mulai merasa malu. Teman teman gua yang mulai tau, kalau gua punya kakak idiot, mulai suka ngomongin gua di belakang. Kalau ada soal pelajaran yang di depan kelas ketika gua harus maju untuk jawab saat disuruh pak guru, dan gua gagal. Ada suara teriakan yang bikin hati gua sakit.
“ pantes aja ga bisa, secara.. kakaknya aja idiot, apalagi adiknya..”
Mendengar itu, gua jadi kesel sendiri. Dan pulang ke rumah, kalau dulu kakak gua langsung ajak gua main boneka, kali ini boneka yang dia kasih ke gua, langsung gua lempar,
“ jangan main sama gua lagi,..”
“ Ke.. napa ?” Tanya kakak gua.
“ Gua malu punya kakak idiot kayak loe..”
Dia terdiam. Mungkin berpikir apa yang gua lakuin ke dia.tapi gua ga peduli. Jadi mulai saat itu setiap dia ajak gua main, gua akan marah dan gak mau.  Nyokap selalu suruh gua main sama dia dan gua malah nangis.
“ Mama, kenapa sih Angel punya kakak cacat kayak gitu, Angel kan malu di sekolah teman-teman pada ledekin angel.. idiot, bego-lah ini itu, angel malu ma..”
Mama malah nampar gua dan kakak gua ngeliat itu. Dia langsung tarik tangan mama gua.
“ dasar anak gak tau diri, berani-beraninya kamu ngomong gitu ke mama dan kakak kamu..”
“ salah apa Angel, salah kalau ngomong jujur kalau angel malu.. malu punya kakak kayak gitu.. cacat, bego, idiot…” kata gua sambil lari ke kamar.
nyokap hanya bisa peluk kakak gua, kakak gua yang mungkin cacat, dia pasti mengerti rauk wajah gua yang emosi dan marah. Nyokap hanya bisa nangis dan kakak gua belai rambut dia dengan perlahan seperti membelai kucing yang sering dia temukan di jalan.
***
Bokap gua, kerja di di pertambangan jadi gak pernah pulang kalau setahun sekali. Kalau pulang pun, dia lebih banyak habisin waktu sama kakak gua yang cacat, padahal gua juga anaknya, tapi kasih sayang ke gua Cuma sebatas ngasih duit dan cium di kening, beda sama kakak gua yang dianggap anak emas. Gua ga perlu iri dengan yang ini, yang penting gua dapat uang saku sebab gua tau, nyokap ga akan kasih duit ke gua kalau ga ada ember-ember mau temenin kakak yang idiot untuk main bersama.
Yang namanya remaja, pasti mulai merasakan jatuh cinta. Jadi, di sekolah seberang, ada anak ganteng yang gua suka banget namanya Aji. Gua sering ngeliat dia main basket bareng anak-anak cowok di sekolah gua di taman. Suatu ketika, gua sampai rela-rela jadi pembokat klub basket sekolah yang khusus bawain minum buat pemain basket Cuma untuk kenal sama dia. Gua gak jelek dan juga cantik, tapi gua yakin kalau cinta yang tulus pasti kelak akan terbalas.
Tanpa gua sadari, Aji sering liat gua jalan kaki pulang ke rumah, dia kan naik motor. Merasa kasihan atau emang suka sama gua, akhirnya dia nawarin tumpangan. Astaga, hati gua benar-benar berbunga-bunga banget ketika tawaran itu datang ke gua. Tapi gua tau, akan jadi masalah kalau sampai dia tau rumah gua dan ngeliat kakak gua yang cacat, dengan terpaksa gua suruh dia anterin gua jauh 100 meter dari rumah gua, sebab gua tau, kakak gua selalu sambut gua di depan rumah setiap gua mau pulang. Apa jadinya kalau dia tau gua punya kakak cacat, pasti dia ilfeel sama gua.
Tanpa terasa , gua semakin dekat sama dia. Impian gua untuk punya pacar seperti dia nyaris tercapai ketika dia undang gua ke ulang tahun dia sebagai tamu istemewa. Gua tentu harus kasih dia hadiah yang istemewa. Oleh karena itu, gua harus sogok nyokap gua dengan berpura-pura baik dan mau main sama kakak gua yang idiot itu sampai duit gua ke kumpul untuk kasih hadiah ke Aji. Diam-diam, gua pernah nanya ke dia, mau hadiah apa kalau nanti ultah.
“ apa aja dari kamu aku terima kok, walau hanya bunga di jalan..” ujar Aji yang bikin jantung gua nyaris copot karena romantis
Dari teman-teman dia, gua tau. Aji paling suka yang namanya helm sport. Tapi harganya mahal banget, dan gua tau, apapun yang gua lakukan sekaligus jadi baby sister kakak gua yang cacat, gak akan dapat beli itu helm. Terpaksa gua mikir hadiah lain untuk dia. Sambil nemenin kakak gua main, gua jadi baying-bayangin apa yang harus gua beli. Kakak gua yang merasa gua suka bengong lalu nanya.
“ Kok , main monopolinya lama , adik bengong ya..?” kata kakak gua yang walau idiot jago sekali itu duit.
“ mau tau aja, “ kata gua sambil melangkahkan langkah monopolinya.
Tiba-tiba gua jadi kepikiran, mungkin gak ya, kakak gua yang idiot ini punya duit untuk sumbang bantu gua beli helm.
“ Eh, kak, punya duit gak?” kata gua dan dia langsung nyodorin duit monopoli yang bikin gua BT.
“ Duit beneran tolol, bukan duit kayak gini, duit kayak gini gua juga banyak..”
“ buat.. apa?” Tanya dia kalau ngomong suka kepatah-patah khas orang tolol.
“ ada kagak..?” Tanya gua kesel.
Tiba-tiba dia hilang ke kamarnya dan balik lagi dengan toples yang berisi uang benaran.
“ ini.. untuk adik..”
“ sumpeh loe.. duit ini hasil tabungan loe selama ini, banyak bener..”
“ untuk adik.. kakak kasih..”
“ yakin..”
“ ia.. tapi temanin kakak beli permen di supermarket..”
“ Cuma itu doang syaratnya.. gampang banget. Capcus yukkk” kata gua sambil gandeng dia ke supermarket terdekat.
Akhirnya berkat kakak gua, gua bisa beli hadiah terindah untuk Aji. Rasanya bahagia sekali, tapi gua tau, aji ini pasti bakal undang banyak orang dalam ulang tahunnya. Jadi gua harus jadi special di hari itu, gua harus dandan yang cantik dan benar-benar terlihat hebat di pesta ulang tahun dia.
Sampailah tiba pada waktunya.
“ mau kemana Angel?:” Tanya nyokap gua sambil nonton tv sama kakak gua.
“ mau ke ulang tahun teman. “
“ kamu ada ambil duit kakak kamu ya?” Tanya nyokap.
“ kagak tuh, dia yang ngasih sendiri, Tanya aja sendiri sama dia..”
“ ooo. Pantesan duit tabungan dia habis,. Kamu tau gak, dia nabung duit itu buat beli kado ulang tahun kamu minggu depan.. “ kata nyokap yang langsung bikin gua sadar kalau minggu depan gua ulang tahun.
“ oo. Gitu, makasih deh, sama aja kan duitnya juga ke angel sekarang.”
“ mau ke ulang tahun dimana Angel..”
“ disamping sekolah itu, kafe hijau. Si kakak juga tau, kan sering minta beli es hijau disana..”
“ yauda, hati-hati..”
Dengan perasaan bebas merdeka tanpa larangan nyokap, akhirnya gua melangkah kaki seribu menuju ulang tahun Aji. Sampai disana, gua benar-benar ga salah tebak, banyak cewek2 yang diundang ke ulang tahun dia, termasuk Agnes, musuh bubuyutan gua di sekolah yang suka reseh.  Saat gua masuk ke dalam dia langsung negur gua.
“ eh adiknya si idiot, datang juga kesini.. ngapain? Gak bawa kakak loe kesini? “ kata dia dan gua diem aja.
Gua melihat Agnes uda bawa kado dan tiba-tiba teringat kalau kado gua ketinggalan di rumah.
“ kado dari gua istemewa loh, kado dari loe mana ngel? Jangan bilang loe datang Cuma mau numpang makan gratis.’
“ gak usah reseh deh u. gua punya kado, kado yang gak perlu gua kasih liat ke loe..”
“ oh ya.. Alhamdulillah ya..( berujar mirip arti syarini) masih tau diri juga..”
Agnes pergi ninggalin gua, dan gua merasa bodoh sekali ketinggalan kado untuk Aji, kalau balik lagi ke rumah pasti acara penting pemberian kue ulang tahun pertama dari Aji bakal kelewat. Gua gak akan rela kalau si Agnes yang dapat kue pertama. Gua pun berpikir memeras otak untuk membuat suasana jadi gak rusak.
Dirumah.
Kakak gua yang bodoh itu, tiba-tiba ngeliat hadiah kotak yang gak sengaja terletak di lantai, jadi kado itu ketinggalan saat gua lagi iket tali sepatu, dan langsung ninggalin begitu aja. Dia tau dan pasti inget kalau gua akan ke pesta ulang tahun yang tadi gua sebutin, dengan nekad dia bawa kado itu sendirian tanpa sepengetahuan nyokap gua yang lagi cuci piring di dapur. Walau bersusah payah mengingat jalan, akhirnya dia tiba juga di depan tempat kafe hijau sambil bawa kado di tangannya.
Ketika pesta berlangsung dan Aji mulai mau sebutin kue pertama dia, gua dan Agnes saling berpikir untuk mendapatkannya. Tapi tiba-tiba Aji menyebut nama gua, gua senang banget dan maju dengan muka kemenangan di depan Agnes yang sewot mampus.
“ aji maaf ya, kadonya ketinggalan nanti aku kasih besok pas di lapangan basket ya..”
“ iya gapapa, ini kue pertama special untuk kamu.”
Dan saat moment penting itu, kakak gua yang idiot muncul. Sambil berteriak.
“ adik.. adik.. adik… ini kadonya.. kadonya..”
Semua orang melihat ke kakak gua. Dan aji pun gitu. Muka gua langsung terkejut. Agnes mengunakan kesempatan itu sambil berkata.
“ wah, kakaknya si Angel datang tuh, si idiot.. akhirnya adik dan kakak idiot berkumpul hahahaha ”
Kakak gua yang marah kerena merasa Agnes meledek gua, langsung menyerang Agnes hingga mukanya jatuh ke depan kue ulang tahun dan terceplak di mukanya. Gua yang malu melihat kejadian itu langsung panic. Aji bertanya.
“ itu kakak loe..” gua bengong sambil tak bisa menjawab apa-apa
“ bukan.. dia bukan kakak gua..” kata gua lari keluar dari pesta dan merasa malu sekali, karena panic tanpa sadar sepeda motor melaju cepat dan menabrak gua sampai akhirnya gua terpentar tanpa bisa melihat apapun selain orang terakhir di atas bayangan mata gua adalah kakak gua yang berteriak-teriak
Adik.. adik..
***
Dua minggu kemudian, gua terbangun, terbangun dengan kondisi tanpa bisa mengerakan kaki dan tangan gua, tulang leher gua patah karena tabrakan itu. Nyokap sama bokap ada disamping gua. Tapi ada yang kurang lengkap dari kedua orang itu, yaitu kakak gua.
“ ma, aku dimana?” kata gua sambil merasakan mata yang sakit.
“ dirumah sakit.. kamu uda gak bangun sejak 5 hari lalu, kamu koma selama itu.”
Gua melihat sekeliling dan memang gua ada di rumah sakit dan beberapa alat kedokteran,. Tapi bukan itu yang gua mau lihat. Gua mau lihat kakak gua, gua merasa dalam tidur gua, selalu terbayang dia. Bayangan dimana mimpi saat masa kecil yang bahagia bermain sama dia, dia gendong gua, dia kasih makanan yang gua suka dan terakhir dia bilang dia sayang gua dengan terpatah-patah.
“ kakak mana?”
Nyokap menangis, dan bokap terdiam dengan berat hati berkata.
“ dia lagi dirawat di ruang sebelah ..”
“ loh dia sakit apa? Kok juga masuk rumah sakit?”
Gua bangkit dan bonyok membantu gua berjalan ke ruangan sebelah dan melihat kakak gua yang sedang tertidur sambil meluk boneka yang dulu sering dia kasih ke gua.. gua melihat kakak gua dengan keprihatinan dan matanya kedua tertutup dengan perban,
“ kakakmu memberikan kedua matanya untuk kamu, ketika kecelakaan kamu terjatuh dan kedua matamu rusak karena cairan laksa yang dibawa motor itu terkena mata kamu.”
“ astaga. Jadi kakak ga bisa ngelihat lagi dong..”
Gua menangis saat mendengar kalimat itu.
“ bukan Cuma itu, ada pendarahan yang terjadi setelah operasi dan kakak kamu jadi kritis gini.”
Gua meraih tangan kakak gua, sambil berkata.
“ kakak, bangun, maafin Angel.. kakak, bangun. Angel janji setelah kakak sembuh, angel akan sayang sama kakak lagi.. angel mohon..”
Tangan kakak gua bergerak dan berkata dengan seperti biasanya.
“ adik.. adik.. kakak sayang kamu.. selamat ulang tahun” kata kakak gua untuk ucapaan terakhir dia
Dan kalimat itulah terakhir yang gua dengar dari dia. Dia telah pergi untuk selamanya, selamanya untuk membuat gua tetap hidup dengan kado kedua matanya untuk gua. dokter sempat menolak untuk memberikan matanya ke gua, tapi kakak gua ngotot. dia merasa tidak boleh ada orang lain yang cacat yang sama di keluarga ini selain dia, mama juga nolak, tapi kakak gua marah dan gak mau makan sampai dia bisa kasih kedua matanya untuk gua. akhirnya mama luluh, dia ikhlas, dan opearasi ke gua berhasil tapi kakak gua alami pendarahan dan akhirnya kritis dan pergi untuk selamanya.  Selamanya untuk membuat gua merasa tak perlu merasa malu memiliki kakak seperti dia. Dia bukan hanya seorang kakak yang bertahan atas penderitaan yang dia miliki sebagai anak yang lahir dengan kerterbatasannya, tapia dia adalah seorang kakak berhati malaikat yang tanpa pernah berhenti mencintai gua sebagai adiknya.
Tanpa pernah merasa sakit hati oleh kalimat kalimat yang terkadang lebih menusuk daripada gua memukulnya dengan keras.
Kakak, karena dirimu lah kini aku sadar,
Aku tidak terlahir untuk sempurna tanpamu, walau dunia ini mungkin tidak pernah adil untuk kehidupanmu saat ini, apapun yang kamu lakukan atas dasar yang kau pikirkan, kaulah tetap kakakku yang terbaik, terbaik yang ingin pernah kusampaikan kepada dunia.
Bahwa hanya ada satu kesempatan untukku bersamamu dalam hidup ini yaitu saat saat kau hidup bersamaku.
selamat jalan kakak tercintaku


” Ketika tidak ada lagi cara untuk mencari kebahagiaan maka kita hanya memiliki satu pilihan untuk mengorbankan apa yang kita sebut kebencian, sebab hanya dengan itulah kebahagiaan akan terlahir disamping kita ” Agnes Davonar

Kekasihku Daniel-Arti Kebaikan Sesungguhnya dalam Hidup (Agnes Davonar)

Saat Terindah Dalam Hidupku Adalah Bersamamu, Saat Tersedih Dalam Hidupku Adalah Kehilanganmu” Agnes Davonar, penulis.
Namanya Daniel, cowok yang baru berusia 24 tahun. Wajahnya.. kata orang sih gak ganteng, ngak pinter dan juga ngak atletis. Sampai detik ini, temen-temen masih mikir? Kok bisa ya dia jadi pacar gua? Padahal sumpah mati mereka tau, gua gak pernah berharap punya pacar kayak dia. Banyak yang bilang kalau wajah gua yang lumayan cantik bila jalan sama dia? Bakal seperti antara majikan dan pembantu.
Mungkin awalnya demikian, tapi dari seorang Daniel. Gua belajar banyak tentang bagaimana menghargai seorang laki-laki, bagaimana memperlakukan laki-laki dan terakhir bagaimana  mengerti arti cinta itu sesungguhnya.
Suatu hari, gua lagi asyik online. Teman-teman gua, semua uda pada mulai eksis di dunia facebook. Rasanya kalau gua gak gabung, bisa jadi gua dianggap gadis kampung. Padahal orang kampung pun uda pakai facebook. Lupakan sejenak kisah stupid itu, yang pasti dari facebook. Gua bisa kontak-kontakan lagi sama teman-temen gua dari jaman pipis di celana sampai sekarang ngerti kalau umur gua uda cukup tua sebagai cewek, 23 tahun.
Nah, karena baru aja putus cinta. Rasanya gua alergi banget sama foto-foto mantan gua yang nangkring di facebook gua, jadi tugas gua malam itu adalah menghapus semua foto-foto mantan gua. Tapi semakin gua perhatikan foto-foto kenang-kenangan kita, kok rasanya gua jadi sedih sendiri ya. Sampai tanpa sadar gua jadi nangis, padahal yang minta putus juga gua, hal kecil sih, gara-gara dia mau sekolah di luar dan gua gak setuju. Apa daya, bokapnya jenderal dan dia ajudan. Pisah deh hubungan kita,
Saat gua menangis, chat online di Facebook nyala, seseorang muncul dan berkata memperhatikan gua sedang menghapus semua foto-foto gua. Dia bilang
“ Lagi putus cinta ya? “ Kata dia.
Awalnya gua mau cuekin, tapi kayaknya bakal menarik juga ya kalau gua marah-marah dan maki-maki orang ini, soalnya gua perhatiin, kita gak kenal sama sekali.
“ Sok tau loe?” kata gua,
“ Ya tau dong, kan gua juga lagi putus cinta, senasib deh..”
Kalimat dia yang bikin gua langsung nyegir. Penasaran sekaligus merasa senasib. Singkat kata, walaupun gua ga kenal dia, akhirnya kita malah jadi curhat-curhatan. Gua jadi tau juga, kalau dia putus sama pacarnya karena gak cocok setelah 5 tahun pacaran. Dalam hati gua berkata, kalau 5 tahun segitu lamanya dibilang kagak cocok, jadi selama 5 tahun itu ngapain ya?.
Akhirnya kita gak bicara lagi setelah malam itu, tapi dia sempat mengatakan nama dia ke gua.
“ Gua Daniel, thanks uda mau temenin gua ngobrol malam ini?”
Gua hanya senyum-senyum manggut, setau gua, harusnya gua yang curhat, kok malah jadi dia. Ya sudahlah, setidaknya dia uda bikin malam ini berwarna. Kita pun pisah, tanpa bicara dan gua sempat mengenalkan diri gua dengan bilang, “ Panggil gua Angel aja, kalau perlu blackAngel.”
“ Kenapa harus BlackAngel, kenapa ga WhiteAngel”
Gua terdiam dan offline dari facebook gua. Bukan urusan dia kalau gua mau jadi white or black, yang pasti hari itu menjadi hari perkenalan kita.
***
2 bulan kemudian.
Sahabat gua Agnes, tiba-tiba nikah. Dia ngundang gua datang ke kawinan dia. Gua tau, tentunya tau banget rasanya ke undangan seorang diri. pasti di bilang kagak laku atau parahnya perawan tua. Kalau bukan karena Agnes ini teman baik gua waktu jaman smp, pasti gua gak mau datang. Dengan terpaksa gua ajak adik gua, Teddy. Walaupun dia itu masih kecil, setidaknya orang-orang bakal kepikiran dia pacar gua kalau ga kenal. Cara yang jitu untuk membuat gua lepas dari julukan jomblo.
Seperti yang gua duga, undangan bakal dipenuhi temen-temen gak jelas. Akhirnya gua hanya bisa mojok sambil menikmati jus jeruk, karena udangan berdiri, gua harus rebutan sama banyak orang. Nah, saat gua uda menemukan satu bangku, gua mau lompat, eh tiba-tiba nenek-nenek tua nyerobot gitu aja. Jus di tangan gua jatuh dan tanpa sengaja kena sama cowok yang lagi duduk disampingnya. Omg.. gua jadi parno sendiri ngelihat tuh cowok kemeja putihnya jadi berwarna belang.
“ Sorry..” kata gua dan cowok itu natap gua dengan perasaan kesal tentunya.
“ Gapapa..” kata dia bangkit dari kursi dan pergi keluar ruangan, banyak yang lihatin gua, akhirnya gua terpaksa keluar dari ruangan pernikahan itu daripada dilihatin banyak orang.
Saat gua keluar, cowok yang tadi ketimpa jus gua, sedang bersih-bersih dengan tissue. Gua memperhatikan dan mendekat ke dia.
“ Sorry ya sekali lagi, tadi ga sengaja banget.”
“ Gapapa, tapi kok loe ga asing ya buat gua?” kata cowok itu.
“ Masa sih, maybe gua mukanya pasaran kali ya..”
“ Oh, gua inget. Loe temen facebook gua.. Angel ya namanya?” kata dia dan gua berpikir bisa jadi juga soalnya kan facebook itu sesuai tujuannya, menghubungan anda dengan semua orang.
“ iya benar, emang nama loe siapa?”
“ Gua Daniel, dulu kita sempat chat. Tapi uda lama banget..” kata dia dan gua pura-pura senyum and merasa inget..
“ Mungkin ya,. “
Dia pun menjelaskan kalau Agnes ini masih ada hubungan teman sama dia, akhirnya lupa deh kejadian jus jeruk tumpah itu. Sebenarnya sih, gua ga ada minat sama sekali ketika melihat wajah dia. Gak ganteng dan gak menarik, Cuma menang tinggi dan putih aja. Level gua terlalu tinggi dalam menilai pria, kita bicara banyak tapi ala kadarnya, beruntunglah adik gua muncul dan akhirnya hendak membawa gua pergi. Gua pun pamitan, tiba-tiba dia nanya.
“ Angel, boleh minta nomor telepon ga?”
“ Heh..” mulut gua terkunci, rasanya gak mau kasih, tapi melihat perlakuan gua sama baju dia, akhirnya gua pun kasih.
Dia tersenyum. Dan akhirnya pesta berakhir dan kita pun berakhir, ini gua sebut. Takdir kedua kita , setelah facebook online dulu.
***
Benar kata nenek gua, yang namanya jodoh, gak akan lari kemana-kemana. Gua kembali ditakdirkan ketemu sama si Daniel. Dia emang ga pernah nelepon atau sms gua setelah gua kasih nomor telepon gua. Tapi kita kembali ketemu saat tiba-tiba motor bebek gua mogok di jalan. Astaga, neh motor pas bawa dari rumah masih ok-ok aja. Kok tiba-tiba mati dijalan. Padahal tujuan gua naik motor ini Cuma mau beli makanan anjing gua di depan rumah. Gua bengong di jalan, tiba-tiba, si Daniel itu muncul. begonya lagi sampai detik itu gua ga lupa nama dia.
Entah bagaimana dia muncul, tapi motor gua beres saat itu juga. Saat gua Tanya kenapa bisa ada disini, dia bilang, dia mau ke rumah temen buat main futsal di deket Puri. Takdir yang aneh, walaupun dia sudah menolong motor gua yang ternyata businya lepas saat gua rem. Gua ga bilang terima kasih, tapi pergi gitu aja. Saat di depan toko anjing, gua baru merasa salah, harusnya gua bilang thks or apa gitu. Akhirnya gua berjanji dalam hati gua, kalau dia muncul lagi dalam hidup gua, gua bakal bilang terima kasih.
Sepertinya Tuhan emang uda mengatur semuanya, sekali lagi kita ketemu. Tapi kali ini, dalam keadaan berbeda. Saat itu, foto dia muncul di halaman depan facebook gua, foto dimana dia disitu lagi pakai baju kemeja dan terlihat lebih keren dari sebelumnya yang hanya pakai kaos oblong. Gua pun mengirimkan pesan di wall dia, dan berkata.
“ thks buat waktu itu di jalan, lupa bilang thksnya..” kata gua dan beberapa menit kemudian dia balas.
“ Sama-sama, sering-sering aja ya.. “ maksud dia ini ngeledekin gua supaya sering-sering mogok gitu apa gimana? Gua kaga ngerti. Tapi semua wall-wall di facebook kita berlanjut dengan kesapakatan kalau gua bakal traktir dia.
Kita janjian dan akhirnya untuk pertama kali dia nelepon gua. Gua bilang, gua akan ngajak dia makan di pizza hut puri. Kebetulan ada harga diskon buat berdua, hahaha, jangan pikir gua ini pelit ya, tapi emang lagi pengen aja. Kita janjian malam itu. Dia datang, dan kita bicara panjang lebar. Mengenal Daniel lebih dalam tentang siapa dia, yang pasti dia ini ternyata tinggal di daerah yang gak jauh dari tempat gua. Anaknya menarik,sopan dan yang pasti lugu sekali. Gua bukan cewek yang bodoh dalam menilai, tapi gua yakin banget,. Daniel itu terlalu polos sebagai cowok, apalagi ditambah dengan kalimat dia tentang kisah cinta dia yang berujung kalau dia di selingkuhi sama pacar dia,.
Saat-saat asyik lagi ngobrol. Tiba-tiba mantan gua muncul bersama gadis lain. Gua bingung, katanya dia mau kuliah di China. Lah kok tiba-tiba malah gandeng cewek. Gua memperhatikan dia berjalan, akhirnya dia sadar gua ada disana. Gua bangkit dan mendekatin dia.
“ Katanya loe ke China? Kok malah asyik pacaran?” kata gua emosi. Mantan gua sepertinya lebih berani membalas emosi gua dengan kalimat yang lebih menyakitkan.
“ Mau gua ke China atau Asyik pacaran? Ini kan bukan urusan loe? Loe kan bukan siapa-siapa gua?” mendengar kalimat itu gua langsung sakit di hati.
“ Maksud loe apa sih?” kata gua.
“ Eh, Angel, uda cukup ya loe mengontrol hidup gua, gua uda muak selama ini sama hubungan kita, loe pikir loe ini kecantikan hingga bisa suruh-suruh gua seenak hati loe. Gua senang akhirnya kita putus walau dengan alasan ke China. Karena gua sudah bosen lihat tingkah loe yang sok otoritir”
Mendengar kalimat itu, tangan gua spontan menampar dia. Rasanya sakit sekali mendengar orang yang pernah gua cintai bicara demikian. Daniel bangkit, menarik gua perlahan. Mengajak gua duduk. Gua ingin menangis, tapi gua menahan semuanya.
“ Gua mau pulang “ ucap gua langsung berjalan meninggalkan tempat makan, Daniel mengikuti gua sampai ke tempat parkir.
“ Angel.. “ teriak Daniel dan melihat dia,. Gua langsung menangis. Menangis karena harga diri gua sebagai perempuan telah hancur oleh hinaan mantan gua. Dia memeluk gua. Dan kalimatnya yang indah membuat gua tersadar untuk berhenti menangis.
“ Angel, jangan menangis untuk orang yang menyakiti loe, tapi menangis untuk kebahagiaan loe karena akhirnya loe tau siapa pria itu..”
Daniel benar, gua gak boleh menangis karena orang stupid itu, harusnya menangis karena bahagia akhirnya gua tau cinta dia itu palsu.
***
Daniel seperti obat bagi kehidupan gua setelah makan siang berantakan itu, gua banyak menghabiskan waktu sama dia. Tapi gua gak pernah menganggap dia sebagai apapun selain teman. Lucunya, dia seperti banyak waktu untuk orang seperti gua, dia rela belajar main tenis untuk bisa main sama gua. Dia rela ke salon bareng gua sekedar creambath, padahal rambutnya kan pendek. Tapi semua dia lakukan untuk apa, gua masih bertanya-tanya dalam hati. Yang pasti hal itu biar menjadi rahasia dia.
Tapi gua sempat menunjukan kalimat yang mungkin menurut gua sangat keterlaluan. Suatu ketika. Didepan sahabat-sahabat gua. Seorang teman bertanya sama gua.
“ Angel loe jadian ya sama Daniel?”
“ Heh, ga salah loe? Mana mungkin, Daniel itu kan bukan tipe gua, ga level lah ya..” gua mungkin hanya ingin bercanda saat itu, tapi saat itu Daniel muncul. gua terdiam. Dia hanya tersenyum. Gua yakin dia mendengar kalimat itu, dan waktu berjalan gua melupakan semua kalimat jahat gua itu sama dia.
Daniel memang pria yang sangat baik, dia tidak pernah merasa sedih dengan kalimat-kalimat gua. Dia tetap selalu setia ada dalam hidup gua. Dia rela menjaga anjing gua di rumah saat gua pergi keluar kota sama keluarga. Padahal gua tau dia alergi sama bulu anjing. Jadi kalau pas gua jemput anjing gua, muka dia merah-merah gitu. Pas gua Tanya, dia bilang cuma salah makan padahal akhirnya gua tau, dia itu alergi bulu anjing.
Entah apa yang dipikiran Daniel. Mengapa dia sangat baik sama gua. Lama-kelamaan gua jadi mempertanyakan kebaikan dia. Di suatu malam, entah karena gua lagi bad mood karena habis rebut sama nyokap. Gua langsung mempertanyakan semua yang ingin gua tau.
“ Kenapa sih, loe ini ini baik sama gua?” Tanya gua.
“ Gua baik sama siapapun kok, buat apa jahat sama orang?” jelas dia ngambang.
“ Tolong jujur, loe ini suka gua apa nggak, dan kebaikan loe ini ada maksud untuk merebut hati gua apa gimana?”
Daniel terdiam menatap wajah gua hampa dan berkata.
“ Angel, gua mungkin suka sama loe, tapi rasa suka gua? tidak akan sebesar keinginan gua untuk berharap menjadi kekasih loe, menjadi sahabat loe saja sudah cukup bagi hidup gua. Ngerti..”
“ Tapi gua ga mau dibaikin sama loe, gua gak mau loe salah paham. Gua Cuma ingin loe tau, kebaikan loe itu bikin gua merasa bingung, karena gua sama sekali gak kepikiran loe jadi pacar gua.”
“ Ya, gua tau kok. Gua pun ga kepikiran sama kesana. Tenang aja..”
Tapi gua tetap ragu dengan jawaban dia, sejak saat itu gua putusan untuk gak mau ketemu dia. Gua juga merasa risih dengan gosip dari semua orang kalau kita adalah kekasih. Sebagai cewek, rasanyaDaniel tidak pantas untuk gua. Itu lah kesombongan yang selalu gua pertahankan. Sejak saat itu, gua selalu menghindari Daniel. Ga angkat telepon dia, sampai lebih buruknya menghapus dia dari facebook gua. Gua tau, dia sering mencari gua, sering kirim pesan ke facebook gua, mempertanyakan mengapa gua harus menghindar dan membenci dia secara tiba-tiba. Tapi gensi yang tinggi untuk menjawab akhirnya membuat gua melupakan dia tanpa ampun. Gua bilang lewat pesan facebook.
“ Jangan pernah muncul dalam hidup gua, kalau emang loe anggap gua teman, kalau loe muncul itu hanya bikin gua stress.” Ya, kalimat gua yang kasar untuk seorang Daniel yang tanpa salah.
3 bulan kemudian.
Adik gua Teddy, mengalami sebuah kecelakaan motor. Kakinya patah dan lebih buruknya lagi nyawanya terancam karena dia kehilangan darah yang sangat banyak. Golongan darah adik gua termasuk langkah, berjenis 0, sedangkan stock rumah sakit kosong, akhirnya gua terpaksa meminta tolong sama teman-teman. Celakanya mereka semua gak ada yang punya jenis golongan darah itu. Dokter bilang, dalam waktu 24 jam, stock darah harus ada. Gua cemas. Gua gak mau kehilangan adik gua, setelah kehilangan bokap gua karena meninggal.
Gua terus berdoa dan menulis status gua di facebook tentang kebutuhan darah 0 untuk adik gua. Karena terlalu stress akhirnya gua malah ketiduran dan pasrah. Tiba-tiba saat gua terlelap, suster bilang ke gua. Adik gua sudah mendapatkan donor. Gua begitu bahagia. Darah yang paling sulit itu akhirnya ditemukan. Gua ga terlalu mikir siapa yang mendonorkan darah itu karena lebih mementingkan adik gua selamat dulu karena akan operasi. Tuhan memberkati adik gua, dia selamat dan akhirnya lolos dari masa kritis.
Saat gua lagi santai, suster yang tadi kasih info donor tanpa sengaja bertemu. Gua pun bertanya, siapa donor yang berbaik hati, gua ingin mengucapkan terima kasih. Suster itu bilang.
“ Dia cowok, umurnya 24, tinggi, putih, tapi dia menolak untuk disebutkan namanya. Abis donor langsung pergi gitu aja, uda saya suruh istirahat dulu, tapi gak mau, katanya ada keperluan, padahal darahnya banyak loh yang diambil.”
Ya siapapun dia, gua berterima kasih. Saat gua sudah mulai tenang. Dan adik gua sudah bisa bicara. Seorang sahabat menelepon gua. Dan berkata hal yang sangat mengejutkan.
“ Angel. Daniel kecelakaan mobil. Dia kritis di rumah sakit pik.”
“ Kok bisa?” Tanya gua dalam hati.
“ Loe mau jenguk gak?”
Bodohnya lagi, saat itu gua putuskan untuk tidak menjenguk. Gua masih merasa malu untuk bertemu dia walaupun temen gua bilang dia kritis. Gua heran, sebenarnya gua ini makluk ciptaan tuhan yang gimana sih? Kok gua tiba-tiba gak punya hati untuk seorang yang baik seperti Daniel walau dia sedang kritis.
Seminggu kemudian, gua mendapatkan kabar kalau Daniel dipindahkan ke rumah sakit Singapura untuk perawatan yang lebih baik. Gua masih gak bergeming. Lama-lama gua jad penasaran juga dengan kondisi Daniel. Sampai akhirnya, gua mencuri-curi waktu dengan melihat facebook dia. Sebuah wall dari sahabatnya membuatnya gua sangat terpukul. Tulisan yang membuat gua merasa menjadi gadis yang sangat berdosa. Status terakhir Daniel yang terbaca setelah beberapa hari sebelum kejadian dia kecelakaan,
“ Daniel, adik Angel masuk rumah sakit, dia butuh golongan darah 0. Loe bukannya golongan darah 0. “
“ Iya, gua tau,, gua lagi otw kesana..”
gua jadi teringat kalimat suster tentang sosok Daniel. Dan gua akhirnya paham, mengapa dia gak mau sebutin nama dia saat mendonor, orang semulia ini yang rela menolong tanpa pambrih telah gua lewatkan dalam hidup gua. Gua sangat menyesal. Dengan segara cara gua mencari tau keberadaan Daniel. Gua mencoba telepon dan sms tapi telepn dia ga aktif. Sampai akhirnya gua menyerah. Gua hanya bisa berdoa dia lekas sembuh sehingga gua bisa ketemu dia
tapi rasanya semua itu hanya jadi mimpi. Karena sahabat gua berkata dan membuat tubuh gua lemas.
“ Daniel uda disisi tuhan”
Hati gua hancur. Retak dan sangat menyesal. Bahkan gua gak sempat mengucapkan terima kasih atas kebaikan dan ketulusan dia disisi gua. Kalau saja gua bisa menarik waktu dan mengubah segalanya, gua akan meminta maaf dan menyadari betapa dia sangat berharga lebih dari arti seorang kekasih.
Dia adalah seorang sahabat yang telah mengajarkan gua tentang arti cinta kasih, tentang sebuah pengorbanan dan kehidupan.
Daniel, mungkin loe gak akan pernah jadi kekasih gua. Tapi loe akan menjadi bagian dalam hidup gua. Dan biarkan gua meminta izin untuk mengatakan kepada dunia kalau loe adalah kekasih gua, walau terlambat.
Semoga kisah ini menjadi kisah yang memberikan arti bagi kalian untuk mengerti kebaikan diatas segalanya.
foto : koleksi pribadi by gettyimage


kini gua berpandapat. berkenalan dengan orang tidak harus dengan fisik yang indah ataupun mulut yang manis. tapi kejujuran dan kebaikan seseorang hanya bisa kita ngerti saat orang itu pergi.